Nah.. kan, gak mau nongol mukanya.. itu tandanya kalau perbuatannya tak baik.
screenshot: foto kompas.com
Riau JOS!* Magelang - Pencabulan adalah perbuatan yang tidak disukai siapapun, kecuali pelakunya. Baru-baru ini, terjadi lagi peristiwa itu, di Magelang, Jawa Tengah Indonesia. Seperti dilansir kompas.com, Rabu, 28 Oktober 2015, tepat diberitkan ketika peringatan sumpah Pemuda. Seharusnya sibuk memikirkan bagaimana para pemuda dan anak-anak yang kelak menjadi pemuda dapat membangun bangsa, eh.. malah sibuk memikirkan hal tidak senonoh. Berikut berita lansirannya.
Tersangka pencabulan, Abdul Kholiq (56), mengakui perbuatan tidak senonoh yang dilakukannya terhadap anak didiknya di sebuah SD di Kota Magelang.  
Guru agama itu mengatakan sudah melakukan perbuatannya sejak tiga bulan terakhir setelah divonis dokter menderita penyakit diabetes.  
"Saya sudah lama tidak bisa 'berhubungan' dengan istri karena saya sakit gula (diabetes), lalu saya lakukan itu (cabul) kepada mereka (anak-anak)," katanya di hadapan penyidik Polres Magelang Kota, Rabu (28/10/2015).  
Warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, itu mengungkapkan, untuk melampiaskan hasratnya, ia meminta siswa perempuannya maju ke depan kelas.  
Lantas, tepat di samping tempat duduknya, ia menggerayangi korban yang masih di bawah umur itu.  
Hal itu sengaja dilakukan di depan meja guru agar tidak diketahui siswa lainnya di dalam kelas. "Saya lakukan saat saya mengajar di kelas," ucap kakek tiga cucu itu.  
Saat ini Abdul Kholiq sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah mendekam di tahanan Mapolres Magelang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Heri Purwanto menjelaskan, sejauh ini sudah ada enam orangtua korban yang melapor.  
Dari hasil keterangan korban, saksi, dan hasil visum dokter, ditemukan unsur pencabulan yang dilakukan tersangka.  
Namun, Herie enggan membeberkan hasil visum dan detail modus yang dilakukan oleh tersangka.  
Herie hanya memaparkan bahwa semua korban adalah siswi di salah satu SD negeri yang terletak di Kecamatan Magelang Tengah dan berusia 6-10 tahun.

Sumber: kompas.com

Sakit Diabetes Jadi Alasan Cabul

Nah.. kan, gak mau nongol mukanya.. itu tandanya kalau perbuatannya tak baik.
screenshot: foto kompas.com
Riau JOS!* Magelang - Pencabulan adalah perbuatan yang tidak disukai siapapun, kecuali pelakunya. Baru-baru ini, terjadi lagi peristiwa itu, di Magelang, Jawa Tengah Indonesia. Seperti dilansir kompas.com, Rabu, 28 Oktober 2015, tepat diberitkan ketika peringatan sumpah Pemuda. Seharusnya sibuk memikirkan bagaimana para pemuda dan anak-anak yang kelak menjadi pemuda dapat membangun bangsa, eh.. malah sibuk memikirkan hal tidak senonoh. Berikut berita lansirannya.
Tersangka pencabulan, Abdul Kholiq (56), mengakui perbuatan tidak senonoh yang dilakukannya terhadap anak didiknya di sebuah SD di Kota Magelang.  
Guru agama itu mengatakan sudah melakukan perbuatannya sejak tiga bulan terakhir setelah divonis dokter menderita penyakit diabetes.  
"Saya sudah lama tidak bisa 'berhubungan' dengan istri karena saya sakit gula (diabetes), lalu saya lakukan itu (cabul) kepada mereka (anak-anak)," katanya di hadapan penyidik Polres Magelang Kota, Rabu (28/10/2015).  
Warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, itu mengungkapkan, untuk melampiaskan hasratnya, ia meminta siswa perempuannya maju ke depan kelas.  
Lantas, tepat di samping tempat duduknya, ia menggerayangi korban yang masih di bawah umur itu.  
Hal itu sengaja dilakukan di depan meja guru agar tidak diketahui siswa lainnya di dalam kelas. "Saya lakukan saat saya mengajar di kelas," ucap kakek tiga cucu itu.  
Saat ini Abdul Kholiq sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah mendekam di tahanan Mapolres Magelang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Heri Purwanto menjelaskan, sejauh ini sudah ada enam orangtua korban yang melapor.  
Dari hasil keterangan korban, saksi, dan hasil visum dokter, ditemukan unsur pencabulan yang dilakukan tersangka.  
Namun, Herie enggan membeberkan hasil visum dan detail modus yang dilakukan oleh tersangka.  
Herie hanya memaparkan bahwa semua korban adalah siswi di salah satu SD negeri yang terletak di Kecamatan Magelang Tengah dan berusia 6-10 tahun.

Sumber: kompas.com