Salah satu hal yang penting di negara berkembang, kalau tak mau disebut negara melarat, pastilah membutuhkan uang untuk sekedar mengganjal isi perut. TNI telah memulai membudayakan razia, melalui operasi dompet kempes.

Wajib kiranya orang-orang kaya yang jumlahnya sedikit, turut berperan aktif membudayakan operasi dompet kempes di seantero negeri ini.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-70 TNI, personel Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Surakarta  melakukan aksi Operasi Dompet Kempes untuk tukang becak di wilayah Solo, Jawa Tengah.

Pantauan RiauJOS!* selama browsing di media tetangga, aparat TNI paling menyadari kenyataan bahwa masih banyak masyarakat yang hidup melarat. Isi dompet kempes, ini yang paling mengenaskan kalau hidup dikota. Beda kalau tinggal didesa, masih bisa cari makan dikebun, lah kalau dikota? mau ke warung pakai duit, tidak ada cara lain selain ngutang, itupun kalau gak malu. Tapi kalau malu karena sering ngutang, biasanya mereka puasa karena terpaksa.

Ada baiknya, razia dompet kempes dilakukan serentak, seperti pelaksanaan Pilkada, sehingga pemerataan kebutuhan perut dapat diwujudkan dengan segera. Jangan yang ongkang-ongkang terima gaji buta saja yang bisa makan.

Seorang penarik becak, diberitakan liputan6.com, Wiryo mengaku cukup senang dengan acara syukuran HUT ke-70 TNI di depan Markas Denpom Surakarta, sebab dia merupakan salah satu penarik becak yang terkena razia dompet kempes.

"Saya tadi kena razia dompet kempes karena di dompet hanya ada uang Rp 1.000, selanjutnya dikasih uang Rp 20.000," sebut dia.

Dia senang, hari itu saja, nah hari lain bagaimana? apa gak ada yang mau memikirkan hal ini?.

Mengupayakan pemerataan makan saja, dapat membuat bahagia masyarakat melarat, apalagi jaminan sosial lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan, pastilah akan terasa gebyar negara yang pernah berseloroh "gemah ripah loh jinawi" ini.

Kalau soal kebahagiaan dan kesejahteraan, RiauJOS!* akan menjadi pelopor media yang paling membahagiakan, sebagai misal gebrakan TNI ini, RiauJOS!* akan mendukung penuh kegiatan serupa, dan berharap agar seluruh elemen orang kaya yang jumlahnya hanya 5% dapat tergerak hatinya, dengan ide-ide serupa, membuat pemerataan kesejahteraan dan banyak-banyak membahagiakan kaum melarat ini.


Razia Dompet Kempes Wajib di Budayakan


Salah satu hal yang penting di negara berkembang, kalau tak mau disebut negara melarat, pastilah membutuhkan uang untuk sekedar mengganjal isi perut. TNI telah memulai membudayakan razia, melalui operasi dompet kempes.

Wajib kiranya orang-orang kaya yang jumlahnya sedikit, turut berperan aktif membudayakan operasi dompet kempes di seantero negeri ini.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-70 TNI, personel Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Surakarta  melakukan aksi Operasi Dompet Kempes untuk tukang becak di wilayah Solo, Jawa Tengah.

Pantauan RiauJOS!* selama browsing di media tetangga, aparat TNI paling menyadari kenyataan bahwa masih banyak masyarakat yang hidup melarat. Isi dompet kempes, ini yang paling mengenaskan kalau hidup dikota. Beda kalau tinggal didesa, masih bisa cari makan dikebun, lah kalau dikota? mau ke warung pakai duit, tidak ada cara lain selain ngutang, itupun kalau gak malu. Tapi kalau malu karena sering ngutang, biasanya mereka puasa karena terpaksa.

Ada baiknya, razia dompet kempes dilakukan serentak, seperti pelaksanaan Pilkada, sehingga pemerataan kebutuhan perut dapat diwujudkan dengan segera. Jangan yang ongkang-ongkang terima gaji buta saja yang bisa makan.

Seorang penarik becak, diberitakan liputan6.com, Wiryo mengaku cukup senang dengan acara syukuran HUT ke-70 TNI di depan Markas Denpom Surakarta, sebab dia merupakan salah satu penarik becak yang terkena razia dompet kempes.

"Saya tadi kena razia dompet kempes karena di dompet hanya ada uang Rp 1.000, selanjutnya dikasih uang Rp 20.000," sebut dia.

Dia senang, hari itu saja, nah hari lain bagaimana? apa gak ada yang mau memikirkan hal ini?.

Mengupayakan pemerataan makan saja, dapat membuat bahagia masyarakat melarat, apalagi jaminan sosial lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan, pastilah akan terasa gebyar negara yang pernah berseloroh "gemah ripah loh jinawi" ini.

Kalau soal kebahagiaan dan kesejahteraan, RiauJOS!* akan menjadi pelopor media yang paling membahagiakan, sebagai misal gebrakan TNI ini, RiauJOS!* akan mendukung penuh kegiatan serupa, dan berharap agar seluruh elemen orang kaya yang jumlahnya hanya 5% dapat tergerak hatinya, dengan ide-ide serupa, membuat pemerataan kesejahteraan dan banyak-banyak membahagiakan kaum melarat ini.