Social Items

Kota Pekanbaru dan Sekitarnya Ditelan Kabut Asap

Dilansir riau terkini, Senin, 19 Oktober 2015, yang melaporkan kondisi terkini bencana kabut asap, mengabarkan bahwa asap tebal kembali lumpuhkan Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK) II, berikut kabar dari riauterkini.com, dan bagi yang ingin berkontribusi mengabarkan kondisi terkini di wilayah masing-masing, Riau JOS!* membuka kesempatan kepada semua warga yang berkesempatan untuk berkontribusi mengirimkan laporan bencana kabut asap terkini.


Asap Tebal Kembali Lumpuhkan Bandara SSK II Pekanbaru


Bandara SSK II Pekanbaru

Setelah sempat relatif bersih beberapa hari, kabut asap tebal kembali mengurung Pekanbaru dan sekitarnya. Aktifitas Bandara Sultan Syarif Kasim II lumpuh.

Riauterkini-PEKANBARU- Kota Pekanbaru dan sekitarnya kembali ‘ditelan’ kabut asap tebal, Senin (19/10/15). Kepekatan asap membaut jarak pandang sangat terbatas. Kondisi ini membuat warga yang sempat lega karena asap sempat menghilang, kembali sesak nafas.
Berdasarkan informasi Airport Duty Manager SSK II Hasnan Siregar, pagi ini jarak pandang terburuk pada titik 100 meter dan cenderung membaik. 
“Jam lima sampai jam delapan jarak pandang hanya seratus meter. Sekarang sedikit membaik pada kisaran duaratus meter,” tutur Hasnan menjawab riauterkinicom.
Dijelaskan Hasnan, tanda-tanda asap tebal kembali mengurung sudah terlihat sejak memarin sore. Karena itu, kemarin sudah terjadi pembatalan 13 jadwal penerbangan di Bandara SSK II. 
 
“Kemarin ada tigabelas jadwal penerbangan yang dibatalkan dan pagi ini sudah ada dua yang batal. Kalau asap terus pekat, mungkin saja tidak ada penerbangan, tapi kita harapkan keadaan membaik,” tutur Hasnan.***(mad) 

Berita lima paragraf dari riauterkini.com, belum seberapa parah dari pada kejadian bencana kabut asap di Pekanbaru dan sekitarnya. Berdasarkan Pantauan Riau JOS!*, pagi ini warga Pekanbaru sudah mulai lagi menutup hidung dengan masker seadannya. Aneka jenis masker mulai eksis kembali, karena jarak pandang sekitar kurang dari 100 meter, bahkan semua orang dan bangunan serta pemandangan yang ada tinggal abu-abu kelabu.

Para pekerja dengan sangat terpaksa harus pergi juga ke tempat kerjanya masing-masing, tidak ada cara lain, karena belum ada instruksi dari bos tempatnya bekerja untuk menghentikan aktifitasnya diluar rumah. Sampai berita ini diterbitkan, kondisi udara semakin memburuk, kasihan anak-anak dan  para orangtua renta sudah kesuliatan bernafas.

Masker saja tidak cukup untuk mengatasi kabut asap yang sudah berjalan tiga bulan, dan belum ada kejelasan kapan bencana ini diatasi, hanya Tuhan Yang Maha Esa yang mengetahui dan mampu mengatasi persoalan kabut asap.