Facebookers, Bayu Romawan Update Status Bela Negara
Foto Sampul, Bayu Romawan
Status Facebook panjang punya Bayu Romawan ini, lagi seru-serunya dibahas, bisa dijadikan informasi tambahan, selamat membaca.



Bayu Romawan bersama Fahmi Adestya dan 8 lainnya
26 menitDisunting


Berhati-Hatilah dengan BELA NEGARA..!!!


Beberapa waktu yang lalu, dalam moment Hari kesaktian Pancasila saya "merayakan" dengan memosting tulisan di fb.


Dalam tulisan tersebut,saya mengutip berita tentang Latihan Gabungan antara TNI-AL dan USNAVY di jawa barat beberapa waktu silam. (makasih Pak Y***N atas infonya, selamat kembali lagi ke Tanah Air).


PROXY WAR


Proxy war,atau juga bisa disebut dengan perang tanding secara tidak langsung dengan menggunakan pihak lain sebagai medan pertempuranya.


contoh nyata adalah "syrian proxy war" yang saat ini sedang berlangsung dan semakin gencar saja. Semoga tidak membesar dan meluas.


saya teringat akan "diskusi kusir" di suatu malam dengan "kawan tua" saya mengenai ketertarikan Petinggi militer Amerika mengenai PERTAHANAN RAKYAT SEMESTA milik indonesia yang melegenda dan ditakuti bangsa asing.


Diskusi ini mengalir begitu saja, tanpa studi banding keluar negeri dengan sanak famili,tanpa dipolitisir,tanpa pencitraan,dan yang pasti tanpa harus merevisi Undang-Undang yang sudah benar untuk dijadikan pembenaran.


PERTAHANAN RAKYAT SEMESTA yang di bicarakan seorang Jenderal aktif amerika ini sengaja saya "susupkan" ditengah pembicaraan kami mengenai ulah memalukan Para pimpinan negeri ini yang ketahuan "sowan" ke CALON untuk jadi BAKAL CALON PRESIDEN dari Partai negara (katanya sok) Adi kuasa.


"Koalisi permanen" rakyat sipil dengan tentara untuk berjuang di garis depan demi negara adalah konsep dasar dari PERTAHANAN RAKYAT SEMESTA.


"Apa iya, kita gak di ganggu oleh Negara lain dan antek2 nya, ketika negara kita ada wajib militer?? Ingat lho mas,,Kita membicarakan Bangsa besar dengan sejarah besar pula...!!!!"


Sebuah pertanyaan dari "Kawan Tua" yang mengartikan PERTAHANAN RAKYAT SEMESTA dengan Wajib militer.


Saya memaklumi respon "kawan tua" yang seangkatan "Babe gue" itu. Hanya saja, apakah para pemimpin bangsa ini mau dan berani mengadakan wajib militer di negara ini???


Bukan rahasia lagi jika Indonesia menjadi incaran negara-negara kuat di dunia sejak dulu.


Pasar yang besar dan luas, Sumber daya alam yang besar, tempatnya kebudayaan yang luhur dilahirkan.


Mungkin krisis di tahun 1998 menjadi luka yang perih untuk negeri ini. Akan tetapi Negara2 mapan didunia menganggap ini adalah titik balik dari bangkitnya raksasa dunia bernama INDONESIA.


Siapa yang rela jika bangsa dari dunia ketiga ini bisa menjadi mercusuar dunia.


Bukan bermaksut mencari kambing hitam,

Dimulai pada Pemilu tahun 2004 Indonesia memproklamirkan dengan Fakta, bahwa negara ini dalam waktu singkat menjadi Negara Demokrasi terbesar di Asia dan ke 3 dunia dengan terpilihnya SBY sebagai presiden yang dipilih rakyat secara langsung.


Dilanjutkan di tahun 2014, melaui pemilu langsung(tanpa wakil,perantara,atau makelar), Dua Putra terbaik Indonesia Saling berhadapan untuk menerima takdir dari Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi Presidenya 250jt manusia dari 300an etnis yang memeluk 6 agama dan mendiami secara berdampingan di 17.000an pulau.


Pesta demokrasi terbesar di belahan bumi bagian selatan berujung dengan terpilihnya Jokowidodo sebagai Presiden Indonesia ke 7 dengan damai dan lancar.


Di tahun 1992, Yugoslavia yang tak memiliki rakyat sebanyak Indonesia dan hanya memiliki 2 etnis dengan 2 agama, Harus menerima takdir kematian Negaranya.


Perlu kita sadari bersama, Rakyat dari bangsa besar ini mulai menunjukan jati dirinya sebagai bangsa yang besar,maju,namun beradap.


Tak semua bangsa lain dengan rela dan ikhlas bisa menerima Fakta ini.


Bahkan,sebagian(semakin banyak) dari kita yang masih berpikir kita adalah bangsa ecek-ecek.


Sekali lagi, saya tidak berusaha mencari kambing hitam!!! ketidak percayaan rakyat negara ini adalah sebagian ulah dari Negara asing yang tak suka Raksasa ini bangkit lagi seperti di masa ketika bangsa ini masih bernama majapahit,Sriwijaya,Pajajaran,atau singosari.


Dikotomi atau mengotak-kotakan golongan terus di pelihara. Golongan Prabowo dan Golongan jokowi sebagai contohnya.


Gesekan antar agama terus digulirkan, dari kejadian Tolikara hingga yang terbaru di Aceh, beriringan dengan "gosip" bangkitnya PKI/komunis.


Saya sempat bertanya dalam hati,dan peristiwa diatas adalah jawaban dari pertanyaan takut saya atas kejahilan bangsa lain jika negara kita bersatu dan kuat,lalu mampu mempersatukan bangsa lain secara sejajar.


"Apa yang akan terjadi dengan Negriku nanti??"


Pertanyaan itu berulang dengan sama, di mulai saat "Mesranya" SBY dengan Vladimir putin(presiden Russia) di acara APEC, dengan bermain gitar menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan anehnya itu terjadi saat berita tentang pemberian Hibah 10 kapal selam kelas kilo oleh Russia untuk Indonesia sedang santer2 nya.


efek dari berita tersebut, Negara tetanga berisik dari selatan sampai harus menyadap Presiden, sekalipun berita tersebut sudah berkali-kali di sanggah.


Maklum saja, satu kapal selam kelas kilo buatan rusia ini sulit terdeteksi radar, untuk mengalahkanya harus di keroyok dengan tiga kapal selam, padahal tetangga selatan hanya punya 6 unit, dan dua saudara nya di semenanjung utara hanya punya 2-4unit saja.


Pertanyaan dalam hati tadi kembali terulang, ketika Arab saudi meminta Indonesia mengirimkan TNI ke yaman untuk ikut ikut berperang melawan kelompok radikal Hauti, Namun di tolak dengan tegas meski ada "hadiah" investasi besar. Indonesia akan ikut jika ada mandat dari PBB. jika tidak,itu sama saja dengan menjajah kedaulatan bangsa lain.


Pertanyaan itu sekali lagi terulang,

"apa yg akan terjadi lagi dengan negara ku??"


Presiden Jokowi disambut begitu mesranya oleh Presiden xi jin ping,Presiden china tuan rumah KTT APEC di Beijing. Seperti tak mau di cuekin,Presiden Amerika dan jepang terus ikut menempel Presiden kita.


Ya!! Bangsa asing menganggap Negara kita besar dan hebat.

Akan tambah hebat lagi jika kita sama-sama meyakini, bukanya apatis dan minder.


Tidak terus terusan mengkotakan diri. Tetap beriringan dan bergandeng tangan dengan penuh kesadaran bahwa negeri ini harus tumbuh besar dan kuat.


Tidak bersikap apatis pada negara dan terus saling menyalah kan. Akan ada kekuatan yang dahsyat jika sikap patriotis dalam diri kita kembali menyala.


Program bela bangsa akan menjadi momok yang menakutkan Bagi negara2 yang rakus menguras kekayaan negeri ini.


Tuhan tidak akan merubah nasib suatu bangsa jika bangsa itu tidak mau merubah.


Bersatulah,kembalilah pada Pancasila dalam Bhineka tunggal Ika. Percayalah, Bangsa lain akan takut dan segan jika kita bersatu membela kepentinga bangsa kita yang besar dan bermartabat ini.


Bersatu dan Beranilah agar Negara ini tak menjadi medan Proxy War dari kepentingan asing.


INGAT!!! Diakui atau tidak, peristiwa G30 S PKI adalah Proxy war ideologi dua blok dunia, korbanya adalah rakyat kita yang mati konyol karena diadu oleh dua ideologi yg sekarang tak kalah hebat dengan ideologi Pancasila. Komunis habis,kapitalis meringis.


Silahkan Russia datang,silahkan Amerika tak mau hengkang,silahkan saja jika china makin sayang, Tetapi Indonesia tetap non blok dan Pancasila jadi dasar membela bangsa untuk bersanding sejajar.


HIDUPLAH INDONESIA RAYA.

/BR.


Berhati-Hatilah dengan BELA NEGARA..!!!

Facebookers, Bayu Romawan Update Status Bela Negara
Foto Sampul, Bayu Romawan
Status Facebook panjang punya Bayu Romawan ini, lagi seru-serunya dibahas, bisa dijadikan informasi tambahan, selamat membaca.



Bayu Romawan bersama Fahmi Adestya dan 8 lainnya
26 menitDisunting


Berhati-Hatilah dengan BELA NEGARA..!!!


Beberapa waktu yang lalu, dalam moment Hari kesaktian Pancasila saya "merayakan" dengan memosting tulisan di fb.


Dalam tulisan tersebut,saya mengutip berita tentang Latihan Gabungan antara TNI-AL dan USNAVY di jawa barat beberapa waktu silam. (makasih Pak Y***N atas infonya, selamat kembali lagi ke Tanah Air).


PROXY WAR


Proxy war,atau juga bisa disebut dengan perang tanding secara tidak langsung dengan menggunakan pihak lain sebagai medan pertempuranya.


contoh nyata adalah "syrian proxy war" yang saat ini sedang berlangsung dan semakin gencar saja. Semoga tidak membesar dan meluas.


saya teringat akan "diskusi kusir" di suatu malam dengan "kawan tua" saya mengenai ketertarikan Petinggi militer Amerika mengenai PERTAHANAN RAKYAT SEMESTA milik indonesia yang melegenda dan ditakuti bangsa asing.


Diskusi ini mengalir begitu saja, tanpa studi banding keluar negeri dengan sanak famili,tanpa dipolitisir,tanpa pencitraan,dan yang pasti tanpa harus merevisi Undang-Undang yang sudah benar untuk dijadikan pembenaran.


PERTAHANAN RAKYAT SEMESTA yang di bicarakan seorang Jenderal aktif amerika ini sengaja saya "susupkan" ditengah pembicaraan kami mengenai ulah memalukan Para pimpinan negeri ini yang ketahuan "sowan" ke CALON untuk jadi BAKAL CALON PRESIDEN dari Partai negara (katanya sok) Adi kuasa.


"Koalisi permanen" rakyat sipil dengan tentara untuk berjuang di garis depan demi negara adalah konsep dasar dari PERTAHANAN RAKYAT SEMESTA.


"Apa iya, kita gak di ganggu oleh Negara lain dan antek2 nya, ketika negara kita ada wajib militer?? Ingat lho mas,,Kita membicarakan Bangsa besar dengan sejarah besar pula...!!!!"


Sebuah pertanyaan dari "Kawan Tua" yang mengartikan PERTAHANAN RAKYAT SEMESTA dengan Wajib militer.


Saya memaklumi respon "kawan tua" yang seangkatan "Babe gue" itu. Hanya saja, apakah para pemimpin bangsa ini mau dan berani mengadakan wajib militer di negara ini???


Bukan rahasia lagi jika Indonesia menjadi incaran negara-negara kuat di dunia sejak dulu.


Pasar yang besar dan luas, Sumber daya alam yang besar, tempatnya kebudayaan yang luhur dilahirkan.


Mungkin krisis di tahun 1998 menjadi luka yang perih untuk negeri ini. Akan tetapi Negara2 mapan didunia menganggap ini adalah titik balik dari bangkitnya raksasa dunia bernama INDONESIA.


Siapa yang rela jika bangsa dari dunia ketiga ini bisa menjadi mercusuar dunia.


Bukan bermaksut mencari kambing hitam,

Dimulai pada Pemilu tahun 2004 Indonesia memproklamirkan dengan Fakta, bahwa negara ini dalam waktu singkat menjadi Negara Demokrasi terbesar di Asia dan ke 3 dunia dengan terpilihnya SBY sebagai presiden yang dipilih rakyat secara langsung.


Dilanjutkan di tahun 2014, melaui pemilu langsung(tanpa wakil,perantara,atau makelar), Dua Putra terbaik Indonesia Saling berhadapan untuk menerima takdir dari Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi Presidenya 250jt manusia dari 300an etnis yang memeluk 6 agama dan mendiami secara berdampingan di 17.000an pulau.


Pesta demokrasi terbesar di belahan bumi bagian selatan berujung dengan terpilihnya Jokowidodo sebagai Presiden Indonesia ke 7 dengan damai dan lancar.


Di tahun 1992, Yugoslavia yang tak memiliki rakyat sebanyak Indonesia dan hanya memiliki 2 etnis dengan 2 agama, Harus menerima takdir kematian Negaranya.


Perlu kita sadari bersama, Rakyat dari bangsa besar ini mulai menunjukan jati dirinya sebagai bangsa yang besar,maju,namun beradap.


Tak semua bangsa lain dengan rela dan ikhlas bisa menerima Fakta ini.


Bahkan,sebagian(semakin banyak) dari kita yang masih berpikir kita adalah bangsa ecek-ecek.


Sekali lagi, saya tidak berusaha mencari kambing hitam!!! ketidak percayaan rakyat negara ini adalah sebagian ulah dari Negara asing yang tak suka Raksasa ini bangkit lagi seperti di masa ketika bangsa ini masih bernama majapahit,Sriwijaya,Pajajaran,atau singosari.


Dikotomi atau mengotak-kotakan golongan terus di pelihara. Golongan Prabowo dan Golongan jokowi sebagai contohnya.


Gesekan antar agama terus digulirkan, dari kejadian Tolikara hingga yang terbaru di Aceh, beriringan dengan "gosip" bangkitnya PKI/komunis.


Saya sempat bertanya dalam hati,dan peristiwa diatas adalah jawaban dari pertanyaan takut saya atas kejahilan bangsa lain jika negara kita bersatu dan kuat,lalu mampu mempersatukan bangsa lain secara sejajar.


"Apa yang akan terjadi dengan Negriku nanti??"


Pertanyaan itu berulang dengan sama, di mulai saat "Mesranya" SBY dengan Vladimir putin(presiden Russia) di acara APEC, dengan bermain gitar menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan anehnya itu terjadi saat berita tentang pemberian Hibah 10 kapal selam kelas kilo oleh Russia untuk Indonesia sedang santer2 nya.


efek dari berita tersebut, Negara tetanga berisik dari selatan sampai harus menyadap Presiden, sekalipun berita tersebut sudah berkali-kali di sanggah.


Maklum saja, satu kapal selam kelas kilo buatan rusia ini sulit terdeteksi radar, untuk mengalahkanya harus di keroyok dengan tiga kapal selam, padahal tetangga selatan hanya punya 6 unit, dan dua saudara nya di semenanjung utara hanya punya 2-4unit saja.


Pertanyaan dalam hati tadi kembali terulang, ketika Arab saudi meminta Indonesia mengirimkan TNI ke yaman untuk ikut ikut berperang melawan kelompok radikal Hauti, Namun di tolak dengan tegas meski ada "hadiah" investasi besar. Indonesia akan ikut jika ada mandat dari PBB. jika tidak,itu sama saja dengan menjajah kedaulatan bangsa lain.


Pertanyaan itu sekali lagi terulang,

"apa yg akan terjadi lagi dengan negara ku??"


Presiden Jokowi disambut begitu mesranya oleh Presiden xi jin ping,Presiden china tuan rumah KTT APEC di Beijing. Seperti tak mau di cuekin,Presiden Amerika dan jepang terus ikut menempel Presiden kita.


Ya!! Bangsa asing menganggap Negara kita besar dan hebat.

Akan tambah hebat lagi jika kita sama-sama meyakini, bukanya apatis dan minder.


Tidak terus terusan mengkotakan diri. Tetap beriringan dan bergandeng tangan dengan penuh kesadaran bahwa negeri ini harus tumbuh besar dan kuat.


Tidak bersikap apatis pada negara dan terus saling menyalah kan. Akan ada kekuatan yang dahsyat jika sikap patriotis dalam diri kita kembali menyala.


Program bela bangsa akan menjadi momok yang menakutkan Bagi negara2 yang rakus menguras kekayaan negeri ini.


Tuhan tidak akan merubah nasib suatu bangsa jika bangsa itu tidak mau merubah.


Bersatulah,kembalilah pada Pancasila dalam Bhineka tunggal Ika. Percayalah, Bangsa lain akan takut dan segan jika kita bersatu membela kepentinga bangsa kita yang besar dan bermartabat ini.


Bersatu dan Beranilah agar Negara ini tak menjadi medan Proxy War dari kepentingan asing.


INGAT!!! Diakui atau tidak, peristiwa G30 S PKI adalah Proxy war ideologi dua blok dunia, korbanya adalah rakyat kita yang mati konyol karena diadu oleh dua ideologi yg sekarang tak kalah hebat dengan ideologi Pancasila. Komunis habis,kapitalis meringis.


Silahkan Russia datang,silahkan Amerika tak mau hengkang,silahkan saja jika china makin sayang, Tetapi Indonesia tetap non blok dan Pancasila jadi dasar membela bangsa untuk bersanding sejajar.


HIDUPLAH INDONESIA RAYA.

/BR.