Mari bantu Dai Cilik Syeikh Rasyid kumpulkan uang untuk pembangunan Masjid Al-Ihsan. Riau JOS!* dengan serius memberitakan kembali berita yang diberitakan goriau.com,  Jumat, 16 Oktober 2015 00:08 WIB, ditulis oleh Penulis bernama Daniel Caramoy, yang memberi judul berita "Dai Cilik Syeikh Abdul Rasyid Berikan Tausyiah Peringati 1 Muharam 1437 H, Ratusan Hadirin Cucurkan Air Mata"

Dibawah ini fotonya, ketika dia si Dai Cilik memberikan ceramah dan membuat malu para pengunjung tablig akbar di Masjid Al-Ihsan, Sukajadi, karena pasti para orangtua merasa malu, anak kecil saja punya pengetahuan luas tentang agama, sedangkan yang sudah tua baru menyadari pentingnya beragama.

Syeikh Rasyid tampil memukau dihadapan para pengunjung tabligh akbar di Masjid Al Ihsan Sukajadi

Berikut berita copasan, dengan sedikit editing agar lacar diotak sukses kita.

Riau JOS!* Pekanbaru - Para pengunjung tabligh akbar, yang didominasi ibu-ibu, tak kuasa menahan air matanya ketika mendengar tausyiah dan lantunan ayat-ayat Al Qur'an dari Dai Cilik asal kota Pekanbaru, Syeikh Abdul Rasyid. 
Syeikh Abdul Rasyid didaulat sebagai penceramah dalam rangka peringatan tahun baru islam, 1 Muharram 1437 H, di Masjid Al Ikhsan kelurahan Sukajadi Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru, Riau, Kamis malam, 15 Oktober 2015. 
Sebelum melakukan ceramah, Syeikh Rasyid mengawalinya dengan lantunan merdu ayat suci Al Qur'an, setelah beberapa surat ia bacakan, dilanjutkan dengan menyapa para hadirin dan tamu undangan. Dalam tausyiahnya, Syeikh Rasyid berpesan, agar semua umat muslim bersama-sama membesarkan agama islam, mengisi acara-acara besar dengan hal-hal positif, dan selalu meramaikan masjid-masjid khususnya di Kota Pekanbaru. 
Menurut Syeikh Rasyid, selama ini umat muslim terlena dengan keindahan duniawi, sibuk merayakan hal-hal yang bukan merupakan ajaran islam, seperti pesta penyambutan tahun baru masehi dan perayaan hura-hura lainya. 
"Selama ini kita paling heboh, kalau sudah datang tahun baru masehi, tapi kita lupa, kalau umat muslim juga punya tahun baru, yaitu tahun baru islam 1 Muharam 1437 H, yang seharusnya juga dibuat lebih heboh dengan nuansa islami," sambutnya. 
Syeikh Rasyid dengan lantang menentang budaya hura-hura seperti menyambut tahun baru, acara ulang tahun, maupun peringatan hari kasih sayang yang biasa disebut Valentine
Menurutnya, acara tersebut bukanlah budaya muslim, namun tidak lebih merupakan budaya orang kafir, yang saat ini sukses mengelabuhi umat islam diseluruh dunia, dan warga kota Pekanbaru. 
Setelah melakukan ceramah selama 30 menit, Syeikh Rasyid sempat meminta panitia untuk berkeliling mengantarkan surbanya ke pengunjung, dengan harapan ada yang mau menyisihkan uangnya guna membantu pembangunan Mesjid Al-Ihsan. 
Sementara itu ketua panitia sekaligus ketua KNPI Sukajadi, Rivaldano kepada GoRiau.com mengatakan, bahwa acara tablihg akbar ini, murni kegiatan yang digagas KNPI bekerja sama dengan pengurus masjid Al Ihsan, yang diharapkan mampu menarik kaum muda mudi untuk terus melaksanakan kegiatan positif, dan menghidupkan kembali remaja Masjid. 
"Ini merupakan acara peringatan menyambut tahun baru islam, sekaligus memperkenalkan para pengurus KNPI Sukajadi kepada warga masyarakat, sekaligus menepis anggapan warga, kalau selama ini kami kaum muda hanya bisa membuat acara hura-hura, tapi malam ini kami buktikan bahwa pemuda bisa membaur dengan syiar agama," ungkapnya. 
Hal senada juga diungkapkan oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus MT. Bahwa kegiatan kepemudaan yang diadakan KNPI Sukajadi, bisa dicontoh oleh ormas kepemudaan lainya. 
"Saya melihat ini merupakan sebuah kemajuan dari sebuah organisasi kepemudaan, saya juga yakin pemuda di kota Pekanbaru bisa terus menggalakkan kegiatan-kegiatan positif seperti yang diadakan malam ini," tukasnya. 
Hadir dalam acara peringatan tabligh akbar tersebut, Walikota Pekanbaru Firdaus MT, Camat Sukajadi Yuliarso S.Spt, Ketua KNPI Pekanbaru Alfitra, dan ketua KNPI Sukajadi, Rivaldano S.Sos dan seluruh jama'ah Masjid Al Ihsan. (dnl)

Mantap kan beritanya, bolehlah kita mencontoh kebersuksesan Dai Cilik ini, agar tak menyesal pada saat sudah tua nanti baru belajar agama.

Ayo Bantu Syeikh Rasyid Kumpulkan Uang Untuk Pembangunan Masjid Al-Ihsan

Mari bantu Dai Cilik Syeikh Rasyid kumpulkan uang untuk pembangunan Masjid Al-Ihsan. Riau JOS!* dengan serius memberitakan kembali berita yang diberitakan goriau.com,  Jumat, 16 Oktober 2015 00:08 WIB, ditulis oleh Penulis bernama Daniel Caramoy, yang memberi judul berita "Dai Cilik Syeikh Abdul Rasyid Berikan Tausyiah Peringati 1 Muharam 1437 H, Ratusan Hadirin Cucurkan Air Mata"

Dibawah ini fotonya, ketika dia si Dai Cilik memberikan ceramah dan membuat malu para pengunjung tablig akbar di Masjid Al-Ihsan, Sukajadi, karena pasti para orangtua merasa malu, anak kecil saja punya pengetahuan luas tentang agama, sedangkan yang sudah tua baru menyadari pentingnya beragama.

Syeikh Rasyid tampil memukau dihadapan para pengunjung tabligh akbar di Masjid Al Ihsan Sukajadi

Berikut berita copasan, dengan sedikit editing agar lacar diotak sukses kita.

Riau JOS!* Pekanbaru - Para pengunjung tabligh akbar, yang didominasi ibu-ibu, tak kuasa menahan air matanya ketika mendengar tausyiah dan lantunan ayat-ayat Al Qur'an dari Dai Cilik asal kota Pekanbaru, Syeikh Abdul Rasyid. 
Syeikh Abdul Rasyid didaulat sebagai penceramah dalam rangka peringatan tahun baru islam, 1 Muharram 1437 H, di Masjid Al Ikhsan kelurahan Sukajadi Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru, Riau, Kamis malam, 15 Oktober 2015. 
Sebelum melakukan ceramah, Syeikh Rasyid mengawalinya dengan lantunan merdu ayat suci Al Qur'an, setelah beberapa surat ia bacakan, dilanjutkan dengan menyapa para hadirin dan tamu undangan. Dalam tausyiahnya, Syeikh Rasyid berpesan, agar semua umat muslim bersama-sama membesarkan agama islam, mengisi acara-acara besar dengan hal-hal positif, dan selalu meramaikan masjid-masjid khususnya di Kota Pekanbaru. 
Menurut Syeikh Rasyid, selama ini umat muslim terlena dengan keindahan duniawi, sibuk merayakan hal-hal yang bukan merupakan ajaran islam, seperti pesta penyambutan tahun baru masehi dan perayaan hura-hura lainya. 
"Selama ini kita paling heboh, kalau sudah datang tahun baru masehi, tapi kita lupa, kalau umat muslim juga punya tahun baru, yaitu tahun baru islam 1 Muharam 1437 H, yang seharusnya juga dibuat lebih heboh dengan nuansa islami," sambutnya. 
Syeikh Rasyid dengan lantang menentang budaya hura-hura seperti menyambut tahun baru, acara ulang tahun, maupun peringatan hari kasih sayang yang biasa disebut Valentine
Menurutnya, acara tersebut bukanlah budaya muslim, namun tidak lebih merupakan budaya orang kafir, yang saat ini sukses mengelabuhi umat islam diseluruh dunia, dan warga kota Pekanbaru. 
Setelah melakukan ceramah selama 30 menit, Syeikh Rasyid sempat meminta panitia untuk berkeliling mengantarkan surbanya ke pengunjung, dengan harapan ada yang mau menyisihkan uangnya guna membantu pembangunan Mesjid Al-Ihsan. 
Sementara itu ketua panitia sekaligus ketua KNPI Sukajadi, Rivaldano kepada GoRiau.com mengatakan, bahwa acara tablihg akbar ini, murni kegiatan yang digagas KNPI bekerja sama dengan pengurus masjid Al Ihsan, yang diharapkan mampu menarik kaum muda mudi untuk terus melaksanakan kegiatan positif, dan menghidupkan kembali remaja Masjid. 
"Ini merupakan acara peringatan menyambut tahun baru islam, sekaligus memperkenalkan para pengurus KNPI Sukajadi kepada warga masyarakat, sekaligus menepis anggapan warga, kalau selama ini kami kaum muda hanya bisa membuat acara hura-hura, tapi malam ini kami buktikan bahwa pemuda bisa membaur dengan syiar agama," ungkapnya. 
Hal senada juga diungkapkan oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus MT. Bahwa kegiatan kepemudaan yang diadakan KNPI Sukajadi, bisa dicontoh oleh ormas kepemudaan lainya. 
"Saya melihat ini merupakan sebuah kemajuan dari sebuah organisasi kepemudaan, saya juga yakin pemuda di kota Pekanbaru bisa terus menggalakkan kegiatan-kegiatan positif seperti yang diadakan malam ini," tukasnya. 
Hadir dalam acara peringatan tabligh akbar tersebut, Walikota Pekanbaru Firdaus MT, Camat Sukajadi Yuliarso S.Spt, Ketua KNPI Pekanbaru Alfitra, dan ketua KNPI Sukajadi, Rivaldano S.Sos dan seluruh jama'ah Masjid Al Ihsan. (dnl)

Mantap kan beritanya, bolehlah kita mencontoh kebersuksesan Dai Cilik ini, agar tak menyesal pada saat sudah tua nanti baru belajar agama.