Posting Fb Provinsi Riau









































Riau JOS!* Pekanbaru - Sekitar 7.557 orang membagikan posting Fb yang menamai akunnya Provinsi Riau, dengan logo Pemerintah Provinsi Riau. Akun tersebut membagikan video yang katanya bersumber dari data BMKG, bertuliskan seperti foto diatas.

Menurut pantauan Riau JOS!*, ada dua akun Fans Page yang mengaku berasal dari Pemerintah Provinsi Riau. Berikut penampakan dua akun dimaksud. Mana yang asli? mari kita sama-sama telusuri kebenerannya.

Akun Fb ini yang paling disukai, sampai dengan pukul 16.27 WIB, sudah ada 2.066 orang like, sebelumnya pada pukul 13.30 WIB baru sekitar 900 orang yang like, setelah heboh dengan video "Informasi Penting" diunggah jumlah likers meningkat.

Nah, kalau yang ini jelas sangat meragukan, karena nama akun FB nya aneh, Riauprov.
Masyarakat dibuat geger dengan diunggahnya sebuah video dari akun pemerintah Provinsi Riau tersebut, sampai-sampai komentator rata-rata panik dibuatnya, dan langsung menyebarkan informasi tersebut.

Portal berita riau yang suka cepat-cepat memberitakan, goriau.com, cepat juga memberitakan kehebohan video unggahan ini, berikut kutipan beritanya:

PEKANBARU, GORIAU.COM - Sebuah pesan berantai dari Belackberry Mesenger (BBM) membuat geger dan panik. Kabarnya, berdasarkan info dari Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG), puncak asap beracun mulasi memaski wilayah Riau sejak pukul 13.00, warga diingatkan untuk tidak keluar rumah.

"Ingatkan keluarga di Riau, jam 13.00 puncak polutan beracun sampai d Riau, dari kepala BMKG pusat, jangan keluar rumah," bunyi pesan tersebut.

Melihat kondisi hari ini, memang kabut asap khususnya di Pekanbaru cukup parah. Langit kelam sejak tadi pagi. Namun Kepala Pusat Data dan Informasi BMKG stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, yang dihubungi GoRiau.com, Jumat (23/10/2015) mengatakan, pihaknya tidak mengetahui ada peringatan tersebut.

"Kalau soal beracun, memang asap sekarang ya beracun. Tapi kami tidak pernah menyampaikan peringatan itu. Namun memang, perkiraan kami, kabut asap menjelang sore ini semakin pekat. Beracun atau tidak itu bukan wewenang kami untuk menyampaikan," ujar Slamet Riyadi.

Ia menyebutkan, berdsarkan data BMKG yang dilansir pukul 07.00 tadi pagi, memang ada ditemukan 49 titik api di Riau. Wilayah paling banyak tedapat titik api berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Ada tidak pertambahan titik api menjelang sore, dia juga mengatakan tidak dapat diprediksi, karena bersifat human error. "Api itu terjadi karena adanya tindakan yang dilakukan manusia, jadi sulit diprediksi," lanjutnya.

Ia mengatakan, kemungkinan pekatnya asap soe ini karena perhitungan arah angin yang menuju wilayah Utara. Karena ada kebakaran lahan di Inhu dan wilayah Jambi dan Sumsel, bisa jadi asap mengarah ke Pekanbaru dan sekitar.

Meski ada pelung hujan terjadi di bagian Utara, diperkirakan tak dapat membantu memadamkan api, karena tidak terlalu sporadis dan lebat. Kondisi ini akan berlangsung hingga akhir pekan.

"Ada peluang api berkurang pada minggu depan. Karena pada minggu depan kelembaban udara terjadi di Riau. Mudah-mudahan pelung hujan cukup besar," harapanya.
Ternyata, goriau.com cukup jeli menelaah penyebaran kepanikan melalui video ini. dan langsung menanyakan kepada pihak terkait apakah informasi yang diberitakan adalah sebuah kebenaran. Ternyata ...hoax!.

Selanjutnya, website riau.go.id, beberapa jam yang lalu menerbitkan sebuah berita, yang mengabarkan kondisi terakhir jumlah hotspot di Provinsi Riau, katanya bersumber dari kepala BMKG Pekanbaru, berikut kutipannya:

372 Hotspot Terpantau Di Sumatera, Riau 49 Titik
Jum'at, 23 Okt 2015

PEKANBARU: Sebaran titik panas di area Pulau Sumatera menurut data BMKG, dari pengamatan satelit Modis (Terra dan Aqua) BMKG Stasiun Pekanbaru pada Jumat (23/10/2015), terpantau 372 titik. 
Menurut Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin mengatakan hotspot tersebut tersebar juga di Sumsel 241, Jambi 45, Lampung 24, Bengkulu 7, Babel 3, Kepri 2, dan Sumbar 1 titik panas. 
"Di Riau cukup banyak dengan 49 titik. Terbanyak di Pelalawan 12 titik, selanjutnya di Inhu 21 titik, Kuansing 8 titik, Inhil 4 titik, Meranti dan Bengkalis masing-masing 2 titik," bebernya. 
Secara umum cuaca wilayah Provinsi Riau Berawan dan diselimuti kabut asap. Peluang hujan sangat kecil dengan intensitas ringan pada sore atau malam hari terjadi di Wilayah Riau bagian Utara. 
"Angin secara umum dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan 05 - 15 knots (09 - 27 km/jam)," tambahnya. 
Dari data ini, jelas Riau secara keseluruhan terpapar asap kiriman dari provinsi tetangga. Kabut asap tebal masih menyelimuti dan warga masih kerap mengenakan masker."Visibility di Rengat dan Pelalawan terparah yakni hanya 50 meter. Di Pekanbaru hanya 200 meter dan Dumai 100 meter, " terangnya.(rgi/yan)

Nah, itulah para Josser.. kalau mau menyebarkan informasi, sebaiknya di kroscek dulu, jangan terus panik melihat tulisan "INFO PENTING!", lantas dianggapnya sebuah kebenaran. Perlu verifikasi kepada narasumber yang terpercaya, kalau sudah yakin, baru disebar-sebarkan.

Akun Fb Pemprov Riau Ada Dua, Mana Yang Asli?

Posting Fb Provinsi Riau









































Riau JOS!* Pekanbaru - Sekitar 7.557 orang membagikan posting Fb yang menamai akunnya Provinsi Riau, dengan logo Pemerintah Provinsi Riau. Akun tersebut membagikan video yang katanya bersumber dari data BMKG, bertuliskan seperti foto diatas.

Menurut pantauan Riau JOS!*, ada dua akun Fans Page yang mengaku berasal dari Pemerintah Provinsi Riau. Berikut penampakan dua akun dimaksud. Mana yang asli? mari kita sama-sama telusuri kebenerannya.

Akun Fb ini yang paling disukai, sampai dengan pukul 16.27 WIB, sudah ada 2.066 orang like, sebelumnya pada pukul 13.30 WIB baru sekitar 900 orang yang like, setelah heboh dengan video "Informasi Penting" diunggah jumlah likers meningkat.

Nah, kalau yang ini jelas sangat meragukan, karena nama akun FB nya aneh, Riauprov.
Masyarakat dibuat geger dengan diunggahnya sebuah video dari akun pemerintah Provinsi Riau tersebut, sampai-sampai komentator rata-rata panik dibuatnya, dan langsung menyebarkan informasi tersebut.

Portal berita riau yang suka cepat-cepat memberitakan, goriau.com, cepat juga memberitakan kehebohan video unggahan ini, berikut kutipan beritanya:

PEKANBARU, GORIAU.COM - Sebuah pesan berantai dari Belackberry Mesenger (BBM) membuat geger dan panik. Kabarnya, berdasarkan info dari Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG), puncak asap beracun mulasi memaski wilayah Riau sejak pukul 13.00, warga diingatkan untuk tidak keluar rumah.

"Ingatkan keluarga di Riau, jam 13.00 puncak polutan beracun sampai d Riau, dari kepala BMKG pusat, jangan keluar rumah," bunyi pesan tersebut.

Melihat kondisi hari ini, memang kabut asap khususnya di Pekanbaru cukup parah. Langit kelam sejak tadi pagi. Namun Kepala Pusat Data dan Informasi BMKG stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, yang dihubungi GoRiau.com, Jumat (23/10/2015) mengatakan, pihaknya tidak mengetahui ada peringatan tersebut.

"Kalau soal beracun, memang asap sekarang ya beracun. Tapi kami tidak pernah menyampaikan peringatan itu. Namun memang, perkiraan kami, kabut asap menjelang sore ini semakin pekat. Beracun atau tidak itu bukan wewenang kami untuk menyampaikan," ujar Slamet Riyadi.

Ia menyebutkan, berdsarkan data BMKG yang dilansir pukul 07.00 tadi pagi, memang ada ditemukan 49 titik api di Riau. Wilayah paling banyak tedapat titik api berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Ada tidak pertambahan titik api menjelang sore, dia juga mengatakan tidak dapat diprediksi, karena bersifat human error. "Api itu terjadi karena adanya tindakan yang dilakukan manusia, jadi sulit diprediksi," lanjutnya.

Ia mengatakan, kemungkinan pekatnya asap soe ini karena perhitungan arah angin yang menuju wilayah Utara. Karena ada kebakaran lahan di Inhu dan wilayah Jambi dan Sumsel, bisa jadi asap mengarah ke Pekanbaru dan sekitar.

Meski ada pelung hujan terjadi di bagian Utara, diperkirakan tak dapat membantu memadamkan api, karena tidak terlalu sporadis dan lebat. Kondisi ini akan berlangsung hingga akhir pekan.

"Ada peluang api berkurang pada minggu depan. Karena pada minggu depan kelembaban udara terjadi di Riau. Mudah-mudahan pelung hujan cukup besar," harapanya.
Ternyata, goriau.com cukup jeli menelaah penyebaran kepanikan melalui video ini. dan langsung menanyakan kepada pihak terkait apakah informasi yang diberitakan adalah sebuah kebenaran. Ternyata ...hoax!.

Selanjutnya, website riau.go.id, beberapa jam yang lalu menerbitkan sebuah berita, yang mengabarkan kondisi terakhir jumlah hotspot di Provinsi Riau, katanya bersumber dari kepala BMKG Pekanbaru, berikut kutipannya:

372 Hotspot Terpantau Di Sumatera, Riau 49 Titik
Jum'at, 23 Okt 2015

PEKANBARU: Sebaran titik panas di area Pulau Sumatera menurut data BMKG, dari pengamatan satelit Modis (Terra dan Aqua) BMKG Stasiun Pekanbaru pada Jumat (23/10/2015), terpantau 372 titik. 
Menurut Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin mengatakan hotspot tersebut tersebar juga di Sumsel 241, Jambi 45, Lampung 24, Bengkulu 7, Babel 3, Kepri 2, dan Sumbar 1 titik panas. 
"Di Riau cukup banyak dengan 49 titik. Terbanyak di Pelalawan 12 titik, selanjutnya di Inhu 21 titik, Kuansing 8 titik, Inhil 4 titik, Meranti dan Bengkalis masing-masing 2 titik," bebernya. 
Secara umum cuaca wilayah Provinsi Riau Berawan dan diselimuti kabut asap. Peluang hujan sangat kecil dengan intensitas ringan pada sore atau malam hari terjadi di Wilayah Riau bagian Utara. 
"Angin secara umum dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan 05 - 15 knots (09 - 27 km/jam)," tambahnya. 
Dari data ini, jelas Riau secara keseluruhan terpapar asap kiriman dari provinsi tetangga. Kabut asap tebal masih menyelimuti dan warga masih kerap mengenakan masker."Visibility di Rengat dan Pelalawan terparah yakni hanya 50 meter. Di Pekanbaru hanya 200 meter dan Dumai 100 meter, " terangnya.(rgi/yan)

Nah, itulah para Josser.. kalau mau menyebarkan informasi, sebaiknya di kroscek dulu, jangan terus panik melihat tulisan "INFO PENTING!", lantas dianggapnya sebuah kebenaran. Perlu verifikasi kepada narasumber yang terpercaya, kalau sudah yakin, baru disebar-sebarkan.