Screenshot VoaIndonesia.com : Algojo pelaksana cambuk mengayunkan rotan ke punggung pelanggar syariah di Banda Aceh, 19 September 2014.

RiauJOS.com, Banda Aceh - Dilansir VOAIndonesia.com, Kamis, 29 Oktober 2015, yang menjuduli beritanya "Aceh Resmi Berlakukan Hukum Pidana Syariah", Berikut beritanya, masih hangat.

Kelompok-kelompok HAM telah mengkritik aturan tersebut karena melanggar traktat-traktat internasional yang ditandatangani oleh Indonesia untuk melindungi hak-hak kaum minoritas.

Aceh telah resmi memberlakukan hukum pidana syariah atau qanun jinayat, menurut pejabat pemerintah lokal akhir pekan lalu, yang mempidanakan perzinahan, homoseksualitas dan ekspresi kasih sayang di depan publik di luar pernikahan.

Aturan di Aceh menyebutkan bahwa siapa pun yang tertangkap basah melakukan hubungan seks homoseksual akan menghadapi sampai 100 hukuman cambuk, denda sampai 1 kilogram emas dan penjara sampai 100 bulan. Pelaku perzinahan juga akan dihukum cambuk 100 kali, tapi tidak dihukum denda atau penjara. 

Aturan baru ini juga mengkriminalisasi pemerkosaan dan pelecehan seksual. Mereka yang bersalah akan dihukum cambuk 40 kali atau lebih.

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan pemberlakuan aturan ini. Ini menjadi payung untuk pemberlakuan aturan Islam," ujar Syahrizal Abbas, kepala departemen hukum syariah pada pemerintahan Aceh.

"Mereka yang non-Muslim dapat memilih apakah akan dihukum berdasarkan aturan syariah atau undang-undang pidana Indonesia yang biasa," tambahnya. Warga non-Muslim di Aceh mencakup sekitar 1 persen dari jumlah penduduk keseluruhan.


Aturan pidana nasional tidak mengatur homoseksualitas dan pemerintah pusat tidak memiliki kewenangan untuk mengatur undang-undang daerah. Namun versi awal aturan yang menghukum pelaku perzinahan dengan hukuman rajam sampai mati dihapuskan karena tekanan dari pemerintah pusat.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengkritik aturan tersebut, yang disebut melanggar traktat-traktat internasional yang ditandatangani oleh Indonesia untuk melindungi hak-hak kaum minoritas.

"Ini tidak melanggar HAM. Sebaliknya, malah meninggikan harkat manusia," ujar Abbas.

Kelompok-kelompok HAM memperingatkan bahwa aturan baru itu dapat mengkriminalisasikan seks konsensual dan menciptakan kendala untuk pelaporan pemerkosaan.

"Menghukum siapa pun yang melakukan hubungan seks secara suka sama suka dengan hukuman cambuk 100 kali adalah sesuatu yang tercela," ujar Josef Benedict, direktur kampanye Amnesty International untuk Asia Tenggara, dalam sebuah pernyataan.

"Ini pelanggaran HAM secara menyolok dan harus segera dicabut."

Aceh diberi otonomi khusus tahun 2005 sebagai bagian dari persetujuan dengan pemerintah pusat untuk mengakhiri kekerasan separatis selama puluhan tahun, dan kemudian dapat memberlakukan aturan syariah.

Awal tahun ini, sebuah kabupaten di Aceh memberlakukan peraturan daerah yang mewajibkan sekolah-sekolah untuk memisahkan murid laki-laki dan perempuan, dan daerah lainnya melarang perempuan membonceng sepeda motor dengan duduk mengangkang.

 
Dan berikut ini, para komentator berita yang rata-rata menyetujui pemberlakuan aturan tersebut.



oleh: joe
28.10.2015 10:17
Sah2 saja menjalan kan hukuman syari,at islam
Toh jugak itu kan hukuman yg di saran kan agama,
Dlm menentukan hukuman allah pasti sudah mempertimbangkan hukuman yg layak tuk ummat nya yg melakukan kesalahan,dan yg menurut nya sesuai dengan kesalahan nya..
tapi banyak kemunafikan terjadi karena hukum yg di jalan kan di sana..
Maaf cakap nya psk saja terpaksa menggunakan hijab karena hukum yg berlaku di sana..
Dengan hal ini bagai mana mengatasi nya agar tidak smakin banyak kemunafikan



oleh: erma yulisa
28.10.2015 09:38
Saya sangat setju degan huku pidaa syariah yg ada di aceh, tp apakah itu berlaku padaaceh2 yg lainnya,krn bnyk org aceh yg melakukan perzinaan tertangkp dan d bawa ke WH sapk k situd roses da di berika pengarahan tros di nikahkan. Kl hukum syariah d jalanka seluruh aceh maka ini sangat mantap sekali

oleh: Saiful Amin
27.10.2015 23:55
Allahu Akbar!!!!! mdh"an daersh lainnya bs meniru aturan ini.

oleh: apa aceh
27.10.2015 19:57
Asai na pakat hambo ju gereja bek ideng di aceh

oleh: Abd. Haris
27.10.2015 18:41
Setuju bgt dgn aturan itu.. Mantap aceh.. Kapan ya berlaku dimks yg tdk setuju psti ada niat.. Munafik atau org kafir yg sellu ingin bebas berbuat semaunya

oleh: jo
27.10.2015 18:40
Hal ini sebenarnya wajar-wajar saja menurut saya sebagai nonmuslim, toh di agama saya, hal yg demikian sebenarnya juga dilarang. HAM Internasional lebih mengacu kepada liberalisme.Sedangkan kehidupan berbangsa bernegara kita berlandaskan Pancasila. Liberalisme jgn sampe menghancurkan keterikatan kita kepada tuhan.

oleh: Abd. Haris
27.10.2015 18:39
Setuju bgt dgn aturan itu.. Mantap aceh.. Kapan ya berlaku dimks yg tdk setuju psti ada niat.. Munafik atau org kafir yg sellu ingin bebas berbuat semaunya

oleh: Abd. Haris
27.10.2015 18:39
Setuju bgt dgn aturan itu.. Mantap aceh.. Kapan ya berlaku dimks yg tdk setuju psti ada niat.. Munafik atau org kafir yg sellu ingin bebas berbuat semaunya

oleh: Bakhtiar
27.10.2015 18:08
Disaat muslem menegakkan hukum demi kebaikan umatnya HAM berkoak koak tapi disaat muslem dizalimi dan dilecehkan mana HAM mana HAM mana HAM. HAM punya orang yahudi,orang kafir dan orang munafik yg anti ISLAM.

oleh: rois
27.10.2015 15:34
Sy sngt sependpt dg uu tersbt krn tlh bnyk hak msia d indo ini yg tlh d hlangkn seperti pemerkosaan klo tdk d perkttat ato d beri hukuman yg lbh maka anak d indo ini smkn bebas

lanjutkn setujuuuu bnget


orang indonesia
27.10.2015 14:51
Gimana kalo aceh mengajukan proposal ke presiden u tuk lepas dari nkri..toh sudah punya bendera sendiri, punya hukum dan aturan sendiri tho?

oleh: jarnojeky
27.10.2015 13:26
saya sangat setuju dengan peraturan di aceh.. lg pula DPRD provinsi aceh jga sdh menyatakan bahwa peraturan tersebut sudah di terima oleh masyrakat non muslim di aceh. harapannya peraturan ini bisa d tetapkan d negara kita. tidak mungkin ada agama yang mengijinkan umatnya berjinah.

oleh: Putra-NAD
27.10.2015 12:17
Saya setuju dengan aturan hukum di NAD,tapi apa hukum itu berlaku bagi seluruh elemen masyarakat NAD ,jangan2 hukum yg di buat ini hanya untuk masyarakat bawah aj ...

oleh: Anonim
27.10.2015 11:36
Begini saja TUAN2 kalau memang orang muslim mau menjalankan hukum Islam ya silahkan saja itu Khan di antara kalian saja orang muslim, ngapain ribet2 sih berpikir klo mereka memang melanggar aturan, tangkap ambil orangnya dan lakukan hukum syariat di tempat kalian beres Khan, klo non muslim yg melanggar ya serahkan sama yg berwenang gitu aja kok repot

oleh: Anonim
27.10.2015 11:28
Ya bagus itu, yg Ngk setuju berarti mereka buka muslim

oleh: minoritas
27.10.2015 10:52
Mestinya aceh merdeka dulu
Baru bisa buat hukum se enaknya.ini negara indonesia bung..!!
Uda ada hukumnya
Ama hukum yg ada aja uda repot..
Malah di tambah" lagi...

oleh: yanto maha poetra
27.10.2015 10:41
Alhamdulillah....untuk yang mencuri apakah juga dipotong tanganya ya...?

oleh: Khaerul
27.10.2015 09:30
Apa yg di lalukan di aceh itu. Melanggar ham. Dan aceh itu bukan negara arab ya.. Harus ingat .. Di aceh pasti banyak macam agama juga. Kalian harus mempertimbangkan dari segala segala sisi.. Semuaorang itu punya hak. Kalian ga bisa . Nyuruh orang ngikutin apa mau kalian. Ini bukan zaman. Nabi. Atau zaman kerajaan . Ikutin saja hukum yg sudah di tentukan negara.. Toh kalian tidak rugi..
oleh: firdaus gurbacek
27.10.2015 08:49
Lucu bin aneh bila masih ada mahluk yg mengaku manusia tapi mengatakan hukum islam melanggar UUD & Pancasila.cobabelajar lg dan baca baik2 isi dr butir-butir pancasila.setelah itu renungkan,

oleh: Rodentus Situmorang
27.10.2015 08:48
Aceh ini saya rasa bukan negara arab,bisa saja mereka mayoritas tp jgn suka suka nya dong buat hukuman. Kan masih ada aparat hukum yg menanangani nya.

oleh: azhar cani
27.10.2015 07:46
smoga masyarakat aceh diberi kekuatan dalam menjalankan syariah dari orang-orang munafik dan orang kafir...mereka pasti tak diam mencari berbagai dalih pembenaran agar umat islam jauh dari syariah...

oleh: Anonim
27.10.2015 06:11
Memberlakukan hukum sesuai Syariat Hukum Islam di Aceh tdk masalah dgn HAM karna hukum Syariat Islam yg mana di Negara Arab memberlakukan hukum tersebut tdk melanggar HAM, HAM itukan akal akalan negara Yahudi yg takut negaranya dilawan oleh warganya dan berkiblat ke aturan Islam.

oleh: riza dari: jogja
27.10.2015 05:25
setuju banget.. .yg gx setuju takut perbuatane terungkap&islam yg sdh dipengaruhi barat serta para non muslim

oleh: Zein
27.10.2015 04:43
Cina ya Cina... Rusia ya Rusia... Belanda ya Belanda... Ini Indonesia bos bukan Jepang apa mau mungkirrr...???
oleh: GULO
Setuju saja itu diberlakukan demi kdamaian kesejahtraan masayrkat, namun tidak bgus klo dberlakukan atas dasar agama, krna tdak sesuai dgn UUD n PANCASILA, tidak masalah kalo ada pengecualian dngan agama non muslim kaum monoritas, kita bukan munafik, tpi tujuannya untuk membasmi org fanatik... :)

oleh: Riboet KenArok dari: Tangerang
27.10.2015 01:27
Jelaslah soal ini, Aceh memang tak mau mengakui NKRI sebagai negara mereka.. ya mahfum sangat jika bikin aturan ya suka2 dia !

oleh: Gita jaya
27.10.2015 00:43
Semuga saja di negara kita bisa di berlakukan hukum syariah seperti di aceh

oleh: Anonim
27.10.2015 00:40
Saya sangat setuju dengan aturan itu apalagi bisa di berlakukan di negara kita ini...bukan cuma di aceh saja

oleh: Mitha
27.10.2015 00:38
Syukur saya gak tinggal di Aceh :D . Semoga tentram selalu pulau yg ku pijak, Kalimantan. Amin.

oleh: singgih
26.10.2015 23:48
saudara anam, kan sudah jelas diatas bahwa yg non muslim bisa memilih diadili secara hkm islam atau dgn undang2. toh dgn aturan tsb jg melindungi para non muslim dari hal yg tidak diinginkan seperti pelecehan seksual jd tdk memberatkan sama sekali.

oleh: redwan
26.10.2015 23:39
Setuju. ..biar ada rem dalam melakukan kemaksiatan

oleh: Nangro
26.10.2015 23:28
brown: apanya yg membuat negara indonesia ancur? rupanya anda ini dungu ya? malah se andainya hukum islam di terapkan indonesia dijamin aman sejahtera.maling2/koruptor itu berfikir seribu kali mau maling uang Rakyat yg. di negara.tidak seperti hukum buatan manusia yg mudah di kadalin,koruptor bebas kemana2,meskipun dihukum. itu pun tidak sesuwai dngn apa yg mereka korup( mereka masih tetap untung) jd yg. hancur & kaco itu ke dungu an Anda!

oleh: Rebecca
26.10.2015 23:14
Menurut pendapat saya, ya coba saja lah dulu, kalo berhasil, sok aja diterapkan selamanya. Tapi apabila tidak berhasil? Mau buat aturan semacam apa lagi ya? . Mungkin ketika hukuman menuju kematian dipandang baik, tp menurut saya mungkin ada hukuman yg lebih pantas untuk manusia dpat bertobat memperbaiki kesalahannya..

oleh: jonde dari: padang
26.10.2015 22:43
bagus gerakan pmerintahan aceh,lakukan siapa yang melangar aturan seperti itu

oleh: Anonim
26.10.2015 22:33
Gelar nya aja uda serambi mekkah, ya wajar donk hukuman syariat islam di berlakukan di sana. Bagi yg nonmuslim jg hrs belaku hukuman itu. Agar mrk jg tdk seenak nya melakukan hal2 buruk yg di larang agama islam. Kata pepatah " dimana bumi di pijak, di situlah langit di junjung"

oleh: brown
26.10.2015 22:29
Hancur negara indonesia kalo bgini....mau dibawah kemana ini negara kalo hukum nya sdh seperti ini...kaco

oleh: Iskandar Santoso
26.10.2015 22:29
Pemeriksaan staf anda pejabat² nya freemasonry Y ?

oleh: Iskandar Santoso
26.10.2015 22:27
HAM International itu Hak Asasi Maksiat
HAM Pancasila itu tunduk patuh kepada Kketuhanan Yang Maha Esa ( hirarkie piramidal ).
,FEMA menggunakan HAM International agar negeri² sapi perah stagnasi dalam kemunduran ekonomi.


oleh: Putr a aceh
26.10.2015 22:18
Orang2 kafir pasti tidak senang hukum islam diberlakukan begitu juga orang munafik, liberal dan fasiq, mereka akan melakukan segala cara untuk menggagalkannya, tapi jngan didengarin anggap saja mereka seperti anjing yg menggonggong kafilah tetap berlalu

oleh: Asroful anam
26.10.2015 22:03
Saya sependapat dengan aturan di aceh,akan tetapi masyarakat di aceh masih belum tentu mayoritas muslim melainkan sebagian dari warga di aceh non muslim lantas bagai mana hukuman bagi non muslim,jika di berlakukan dengan hukum islam,indonesia itu mempunyai dasar negara yaitu pancasila dan di sila pertama ,tuhan yang maha esa..bukan allah yang maha esa..saya orang islam tapi saya sadar indonesia ini agamanya bukan hanya satu

Itulah beberapa komentator yang menghiasi berita tersebut. Dan maklum ya, sekarang ini berita sama komentar lebih banyak komentarnya, dan Riau JOS memperhatikan juga komentar yang relevan untuk diterbitkan, dengan media on line, semuanya bisa berkolaborasi membuat komentar, dan tidak ada batasnya, dan satu berita bisa ribuan komentar dibuatnya. Ini sepertinya yang akan membuat sebuah pekerjaan akan jadi melambat karena satu kata dibahas dengan lautan kata. 

Kalau diperhatikan, berita tersebut mempunyai dua kata kunci, pertama Hukum dan Negara. jika diperluas pembicaraan, itulah jadinya.. ribuan bahkan jutaan komentar dapat mengkaitkan dengan kata apa saja sesuai data di kepala masing-masing. 

Aceh Tegakkan Hukum Islam Dengan Berlakukan Hukum Pidana Syariah

Screenshot VoaIndonesia.com : Algojo pelaksana cambuk mengayunkan rotan ke punggung pelanggar syariah di Banda Aceh, 19 September 2014.

RiauJOS.com, Banda Aceh - Dilansir VOAIndonesia.com, Kamis, 29 Oktober 2015, yang menjuduli beritanya "Aceh Resmi Berlakukan Hukum Pidana Syariah", Berikut beritanya, masih hangat.

Kelompok-kelompok HAM telah mengkritik aturan tersebut karena melanggar traktat-traktat internasional yang ditandatangani oleh Indonesia untuk melindungi hak-hak kaum minoritas.

Aceh telah resmi memberlakukan hukum pidana syariah atau qanun jinayat, menurut pejabat pemerintah lokal akhir pekan lalu, yang mempidanakan perzinahan, homoseksualitas dan ekspresi kasih sayang di depan publik di luar pernikahan.

Aturan di Aceh menyebutkan bahwa siapa pun yang tertangkap basah melakukan hubungan seks homoseksual akan menghadapi sampai 100 hukuman cambuk, denda sampai 1 kilogram emas dan penjara sampai 100 bulan. Pelaku perzinahan juga akan dihukum cambuk 100 kali, tapi tidak dihukum denda atau penjara. 

Aturan baru ini juga mengkriminalisasi pemerkosaan dan pelecehan seksual. Mereka yang bersalah akan dihukum cambuk 40 kali atau lebih.

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan pemberlakuan aturan ini. Ini menjadi payung untuk pemberlakuan aturan Islam," ujar Syahrizal Abbas, kepala departemen hukum syariah pada pemerintahan Aceh.

"Mereka yang non-Muslim dapat memilih apakah akan dihukum berdasarkan aturan syariah atau undang-undang pidana Indonesia yang biasa," tambahnya. Warga non-Muslim di Aceh mencakup sekitar 1 persen dari jumlah penduduk keseluruhan.


Aturan pidana nasional tidak mengatur homoseksualitas dan pemerintah pusat tidak memiliki kewenangan untuk mengatur undang-undang daerah. Namun versi awal aturan yang menghukum pelaku perzinahan dengan hukuman rajam sampai mati dihapuskan karena tekanan dari pemerintah pusat.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengkritik aturan tersebut, yang disebut melanggar traktat-traktat internasional yang ditandatangani oleh Indonesia untuk melindungi hak-hak kaum minoritas.

"Ini tidak melanggar HAM. Sebaliknya, malah meninggikan harkat manusia," ujar Abbas.

Kelompok-kelompok HAM memperingatkan bahwa aturan baru itu dapat mengkriminalisasikan seks konsensual dan menciptakan kendala untuk pelaporan pemerkosaan.

"Menghukum siapa pun yang melakukan hubungan seks secara suka sama suka dengan hukuman cambuk 100 kali adalah sesuatu yang tercela," ujar Josef Benedict, direktur kampanye Amnesty International untuk Asia Tenggara, dalam sebuah pernyataan.

"Ini pelanggaran HAM secara menyolok dan harus segera dicabut."

Aceh diberi otonomi khusus tahun 2005 sebagai bagian dari persetujuan dengan pemerintah pusat untuk mengakhiri kekerasan separatis selama puluhan tahun, dan kemudian dapat memberlakukan aturan syariah.

Awal tahun ini, sebuah kabupaten di Aceh memberlakukan peraturan daerah yang mewajibkan sekolah-sekolah untuk memisahkan murid laki-laki dan perempuan, dan daerah lainnya melarang perempuan membonceng sepeda motor dengan duduk mengangkang.

 
Dan berikut ini, para komentator berita yang rata-rata menyetujui pemberlakuan aturan tersebut.



oleh: joe
28.10.2015 10:17
Sah2 saja menjalan kan hukuman syari,at islam
Toh jugak itu kan hukuman yg di saran kan agama,
Dlm menentukan hukuman allah pasti sudah mempertimbangkan hukuman yg layak tuk ummat nya yg melakukan kesalahan,dan yg menurut nya sesuai dengan kesalahan nya..
tapi banyak kemunafikan terjadi karena hukum yg di jalan kan di sana..
Maaf cakap nya psk saja terpaksa menggunakan hijab karena hukum yg berlaku di sana..
Dengan hal ini bagai mana mengatasi nya agar tidak smakin banyak kemunafikan



oleh: erma yulisa
28.10.2015 09:38
Saya sangat setju degan huku pidaa syariah yg ada di aceh, tp apakah itu berlaku padaaceh2 yg lainnya,krn bnyk org aceh yg melakukan perzinaan tertangkp dan d bawa ke WH sapk k situd roses da di berika pengarahan tros di nikahkan. Kl hukum syariah d jalanka seluruh aceh maka ini sangat mantap sekali

oleh: Saiful Amin
27.10.2015 23:55
Allahu Akbar!!!!! mdh"an daersh lainnya bs meniru aturan ini.

oleh: apa aceh
27.10.2015 19:57
Asai na pakat hambo ju gereja bek ideng di aceh

oleh: Abd. Haris
27.10.2015 18:41
Setuju bgt dgn aturan itu.. Mantap aceh.. Kapan ya berlaku dimks yg tdk setuju psti ada niat.. Munafik atau org kafir yg sellu ingin bebas berbuat semaunya

oleh: jo
27.10.2015 18:40
Hal ini sebenarnya wajar-wajar saja menurut saya sebagai nonmuslim, toh di agama saya, hal yg demikian sebenarnya juga dilarang. HAM Internasional lebih mengacu kepada liberalisme.Sedangkan kehidupan berbangsa bernegara kita berlandaskan Pancasila. Liberalisme jgn sampe menghancurkan keterikatan kita kepada tuhan.

oleh: Abd. Haris
27.10.2015 18:39
Setuju bgt dgn aturan itu.. Mantap aceh.. Kapan ya berlaku dimks yg tdk setuju psti ada niat.. Munafik atau org kafir yg sellu ingin bebas berbuat semaunya

oleh: Abd. Haris
27.10.2015 18:39
Setuju bgt dgn aturan itu.. Mantap aceh.. Kapan ya berlaku dimks yg tdk setuju psti ada niat.. Munafik atau org kafir yg sellu ingin bebas berbuat semaunya

oleh: Bakhtiar
27.10.2015 18:08
Disaat muslem menegakkan hukum demi kebaikan umatnya HAM berkoak koak tapi disaat muslem dizalimi dan dilecehkan mana HAM mana HAM mana HAM. HAM punya orang yahudi,orang kafir dan orang munafik yg anti ISLAM.

oleh: rois
27.10.2015 15:34
Sy sngt sependpt dg uu tersbt krn tlh bnyk hak msia d indo ini yg tlh d hlangkn seperti pemerkosaan klo tdk d perkttat ato d beri hukuman yg lbh maka anak d indo ini smkn bebas

lanjutkn setujuuuu bnget


orang indonesia
27.10.2015 14:51
Gimana kalo aceh mengajukan proposal ke presiden u tuk lepas dari nkri..toh sudah punya bendera sendiri, punya hukum dan aturan sendiri tho?

oleh: jarnojeky
27.10.2015 13:26
saya sangat setuju dengan peraturan di aceh.. lg pula DPRD provinsi aceh jga sdh menyatakan bahwa peraturan tersebut sudah di terima oleh masyrakat non muslim di aceh. harapannya peraturan ini bisa d tetapkan d negara kita. tidak mungkin ada agama yang mengijinkan umatnya berjinah.

oleh: Putra-NAD
27.10.2015 12:17
Saya setuju dengan aturan hukum di NAD,tapi apa hukum itu berlaku bagi seluruh elemen masyarakat NAD ,jangan2 hukum yg di buat ini hanya untuk masyarakat bawah aj ...

oleh: Anonim
27.10.2015 11:36
Begini saja TUAN2 kalau memang orang muslim mau menjalankan hukum Islam ya silahkan saja itu Khan di antara kalian saja orang muslim, ngapain ribet2 sih berpikir klo mereka memang melanggar aturan, tangkap ambil orangnya dan lakukan hukum syariat di tempat kalian beres Khan, klo non muslim yg melanggar ya serahkan sama yg berwenang gitu aja kok repot

oleh: Anonim
27.10.2015 11:28
Ya bagus itu, yg Ngk setuju berarti mereka buka muslim

oleh: minoritas
27.10.2015 10:52
Mestinya aceh merdeka dulu
Baru bisa buat hukum se enaknya.ini negara indonesia bung..!!
Uda ada hukumnya
Ama hukum yg ada aja uda repot..
Malah di tambah" lagi...

oleh: yanto maha poetra
27.10.2015 10:41
Alhamdulillah....untuk yang mencuri apakah juga dipotong tanganya ya...?

oleh: Khaerul
27.10.2015 09:30
Apa yg di lalukan di aceh itu. Melanggar ham. Dan aceh itu bukan negara arab ya.. Harus ingat .. Di aceh pasti banyak macam agama juga. Kalian harus mempertimbangkan dari segala segala sisi.. Semuaorang itu punya hak. Kalian ga bisa . Nyuruh orang ngikutin apa mau kalian. Ini bukan zaman. Nabi. Atau zaman kerajaan . Ikutin saja hukum yg sudah di tentukan negara.. Toh kalian tidak rugi..
oleh: firdaus gurbacek
27.10.2015 08:49
Lucu bin aneh bila masih ada mahluk yg mengaku manusia tapi mengatakan hukum islam melanggar UUD & Pancasila.cobabelajar lg dan baca baik2 isi dr butir-butir pancasila.setelah itu renungkan,

oleh: Rodentus Situmorang
27.10.2015 08:48
Aceh ini saya rasa bukan negara arab,bisa saja mereka mayoritas tp jgn suka suka nya dong buat hukuman. Kan masih ada aparat hukum yg menanangani nya.

oleh: azhar cani
27.10.2015 07:46
smoga masyarakat aceh diberi kekuatan dalam menjalankan syariah dari orang-orang munafik dan orang kafir...mereka pasti tak diam mencari berbagai dalih pembenaran agar umat islam jauh dari syariah...

oleh: Anonim
27.10.2015 06:11
Memberlakukan hukum sesuai Syariat Hukum Islam di Aceh tdk masalah dgn HAM karna hukum Syariat Islam yg mana di Negara Arab memberlakukan hukum tersebut tdk melanggar HAM, HAM itukan akal akalan negara Yahudi yg takut negaranya dilawan oleh warganya dan berkiblat ke aturan Islam.

oleh: riza dari: jogja
27.10.2015 05:25
setuju banget.. .yg gx setuju takut perbuatane terungkap&islam yg sdh dipengaruhi barat serta para non muslim

oleh: Zein
27.10.2015 04:43
Cina ya Cina... Rusia ya Rusia... Belanda ya Belanda... Ini Indonesia bos bukan Jepang apa mau mungkirrr...???
oleh: GULO
Setuju saja itu diberlakukan demi kdamaian kesejahtraan masayrkat, namun tidak bgus klo dberlakukan atas dasar agama, krna tdak sesuai dgn UUD n PANCASILA, tidak masalah kalo ada pengecualian dngan agama non muslim kaum monoritas, kita bukan munafik, tpi tujuannya untuk membasmi org fanatik... :)

oleh: Riboet KenArok dari: Tangerang
27.10.2015 01:27
Jelaslah soal ini, Aceh memang tak mau mengakui NKRI sebagai negara mereka.. ya mahfum sangat jika bikin aturan ya suka2 dia !

oleh: Gita jaya
27.10.2015 00:43
Semuga saja di negara kita bisa di berlakukan hukum syariah seperti di aceh

oleh: Anonim
27.10.2015 00:40
Saya sangat setuju dengan aturan itu apalagi bisa di berlakukan di negara kita ini...bukan cuma di aceh saja

oleh: Mitha
27.10.2015 00:38
Syukur saya gak tinggal di Aceh :D . Semoga tentram selalu pulau yg ku pijak, Kalimantan. Amin.

oleh: singgih
26.10.2015 23:48
saudara anam, kan sudah jelas diatas bahwa yg non muslim bisa memilih diadili secara hkm islam atau dgn undang2. toh dgn aturan tsb jg melindungi para non muslim dari hal yg tidak diinginkan seperti pelecehan seksual jd tdk memberatkan sama sekali.

oleh: redwan
26.10.2015 23:39
Setuju. ..biar ada rem dalam melakukan kemaksiatan

oleh: Nangro
26.10.2015 23:28
brown: apanya yg membuat negara indonesia ancur? rupanya anda ini dungu ya? malah se andainya hukum islam di terapkan indonesia dijamin aman sejahtera.maling2/koruptor itu berfikir seribu kali mau maling uang Rakyat yg. di negara.tidak seperti hukum buatan manusia yg mudah di kadalin,koruptor bebas kemana2,meskipun dihukum. itu pun tidak sesuwai dngn apa yg mereka korup( mereka masih tetap untung) jd yg. hancur & kaco itu ke dungu an Anda!

oleh: Rebecca
26.10.2015 23:14
Menurut pendapat saya, ya coba saja lah dulu, kalo berhasil, sok aja diterapkan selamanya. Tapi apabila tidak berhasil? Mau buat aturan semacam apa lagi ya? . Mungkin ketika hukuman menuju kematian dipandang baik, tp menurut saya mungkin ada hukuman yg lebih pantas untuk manusia dpat bertobat memperbaiki kesalahannya..

oleh: jonde dari: padang
26.10.2015 22:43
bagus gerakan pmerintahan aceh,lakukan siapa yang melangar aturan seperti itu

oleh: Anonim
26.10.2015 22:33
Gelar nya aja uda serambi mekkah, ya wajar donk hukuman syariat islam di berlakukan di sana. Bagi yg nonmuslim jg hrs belaku hukuman itu. Agar mrk jg tdk seenak nya melakukan hal2 buruk yg di larang agama islam. Kata pepatah " dimana bumi di pijak, di situlah langit di junjung"

oleh: brown
26.10.2015 22:29
Hancur negara indonesia kalo bgini....mau dibawah kemana ini negara kalo hukum nya sdh seperti ini...kaco

oleh: Iskandar Santoso
26.10.2015 22:29
Pemeriksaan staf anda pejabat² nya freemasonry Y ?

oleh: Iskandar Santoso
26.10.2015 22:27
HAM International itu Hak Asasi Maksiat
HAM Pancasila itu tunduk patuh kepada Kketuhanan Yang Maha Esa ( hirarkie piramidal ).
,FEMA menggunakan HAM International agar negeri² sapi perah stagnasi dalam kemunduran ekonomi.


oleh: Putr a aceh
26.10.2015 22:18
Orang2 kafir pasti tidak senang hukum islam diberlakukan begitu juga orang munafik, liberal dan fasiq, mereka akan melakukan segala cara untuk menggagalkannya, tapi jngan didengarin anggap saja mereka seperti anjing yg menggonggong kafilah tetap berlalu

oleh: Asroful anam
26.10.2015 22:03
Saya sependapat dengan aturan di aceh,akan tetapi masyarakat di aceh masih belum tentu mayoritas muslim melainkan sebagian dari warga di aceh non muslim lantas bagai mana hukuman bagi non muslim,jika di berlakukan dengan hukum islam,indonesia itu mempunyai dasar negara yaitu pancasila dan di sila pertama ,tuhan yang maha esa..bukan allah yang maha esa..saya orang islam tapi saya sadar indonesia ini agamanya bukan hanya satu

Itulah beberapa komentator yang menghiasi berita tersebut. Dan maklum ya, sekarang ini berita sama komentar lebih banyak komentarnya, dan Riau JOS memperhatikan juga komentar yang relevan untuk diterbitkan, dengan media on line, semuanya bisa berkolaborasi membuat komentar, dan tidak ada batasnya, dan satu berita bisa ribuan komentar dibuatnya. Ini sepertinya yang akan membuat sebuah pekerjaan akan jadi melambat karena satu kata dibahas dengan lautan kata. 

Kalau diperhatikan, berita tersebut mempunyai dua kata kunci, pertama Hukum dan Negara. jika diperluas pembicaraan, itulah jadinya.. ribuan bahkan jutaan komentar dapat mengkaitkan dengan kata apa saja sesuai data di kepala masing-masing.