Social Items

Ratusan Mahasiswa UIR Demo, Jumat, 4 September 2015, di gedung lancang kuning DPRD Riau.
"Demo Masih berlangsung" (kata goriau.com)

RiauJOS!* - Pekanbaru - Ratusan mahasiswa (kebenaran jumlahnya, tanya aja sama penulis berita) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi besar menuntut Presiden Joko Widodo turun dari jabatannya. 

Para mahasiswa merengsek masuk ke ruang rapat medium di lantai bawah gedung lancang kuning DPRD Riau.

Dalam aksi ini para mahasiswa disambut dua Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo dan Manahara Manurung. Para mahasiswa pada kesempatan ini juga menyampaikan petisi agar Presiden Jokowi lengser dari jabatannya, karena dinilai tidak cakap memimpin bangsa Indonesia.

"Saat ini terjadi kegaduhan ekonomi di masyarakat dan lemahnya nilai tukar rupiah, sementara hutang negara terus bertambah," sebut pemimpin aksi demo.

Demo saat ini tengah berlanjut. Para mahasiswa masih berada di dalam gedung dewan.

Redaksi RiauJOS!, sengaja tidak menurunkan reporter untuk meliput demo ini, karena project demo yang digagas oleh Mahasiswa sekarang, rata-rata tak menghasilkan kebahagiaan. Maka, RiauJOS!* tak perlu sibuk untuk meliput kegiatan demo yang kurang kreatif ini.

Demo yang kreatif, menurut RiauJOS!*, harus dilakukan dengan cara yang baru, dan hasil demo memang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Mungkin perlu mahasiswa UIR perlu brainstorming dulu untuk mendapatkan ide-ide cerdas dalam melakukan aksi demo. Kalau bisa tak lagi pakai istilah demo, karena demo yang berasal dari kata demonstrasi bermakna unjuk rasa, dan rasa aja yang akan ditunjukkan, bukan semangat kreatif yang akan mengarak banyak pihak agar sepakat dengan ide yang digaungkan oleh pendemo.

Apalagi kalau temannya cuma minta presiden turun, itu saja. ini kan kurang kreatif?, bagaimana pendapat pembaca fanatik RiauJOS!*, ada yang punya ide kreatif untuk berdemo? tolong bagikan sama adik-adik mahasiswa yang sekarang ini lagi diliputi suasana penuh amarah, karena sedang peraannya sedang di unjuk kan.

Demo Mahasiswa UIR, Minta Presiden Joko Widodo Turun

Ratusan Mahasiswa UIR Demo, Jumat, 4 September 2015, di gedung lancang kuning DPRD Riau.
"Demo Masih berlangsung" (kata goriau.com)

RiauJOS!* - Pekanbaru - Ratusan mahasiswa (kebenaran jumlahnya, tanya aja sama penulis berita) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi besar menuntut Presiden Joko Widodo turun dari jabatannya. 

Para mahasiswa merengsek masuk ke ruang rapat medium di lantai bawah gedung lancang kuning DPRD Riau.

Dalam aksi ini para mahasiswa disambut dua Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo dan Manahara Manurung. Para mahasiswa pada kesempatan ini juga menyampaikan petisi agar Presiden Jokowi lengser dari jabatannya, karena dinilai tidak cakap memimpin bangsa Indonesia.

"Saat ini terjadi kegaduhan ekonomi di masyarakat dan lemahnya nilai tukar rupiah, sementara hutang negara terus bertambah," sebut pemimpin aksi demo.

Demo saat ini tengah berlanjut. Para mahasiswa masih berada di dalam gedung dewan.

Redaksi RiauJOS!, sengaja tidak menurunkan reporter untuk meliput demo ini, karena project demo yang digagas oleh Mahasiswa sekarang, rata-rata tak menghasilkan kebahagiaan. Maka, RiauJOS!* tak perlu sibuk untuk meliput kegiatan demo yang kurang kreatif ini.

Demo yang kreatif, menurut RiauJOS!*, harus dilakukan dengan cara yang baru, dan hasil demo memang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Mungkin perlu mahasiswa UIR perlu brainstorming dulu untuk mendapatkan ide-ide cerdas dalam melakukan aksi demo. Kalau bisa tak lagi pakai istilah demo, karena demo yang berasal dari kata demonstrasi bermakna unjuk rasa, dan rasa aja yang akan ditunjukkan, bukan semangat kreatif yang akan mengarak banyak pihak agar sepakat dengan ide yang digaungkan oleh pendemo.

Apalagi kalau temannya cuma minta presiden turun, itu saja. ini kan kurang kreatif?, bagaimana pendapat pembaca fanatik RiauJOS!*, ada yang punya ide kreatif untuk berdemo? tolong bagikan sama adik-adik mahasiswa yang sekarang ini lagi diliputi suasana penuh amarah, karena sedang peraannya sedang di unjuk kan.