Social Items

Rudi Castano di uji dan di coba sepanjang hidupnya, tetap semangat menjalani hidup
Rudi Castano, dalam kenangan RiauJOS.com, bersemangat senam pagi untuk menyehatkan bodi dan mental


"Ketabahan Berbuah Keberhasilan"


RiauJOS.com, Inspirasi - Siapa tak takut dengan pria bermuka seram? tentu siapapun akan merasa ngeri melihat penampakan pria bermuka seram. Tokoh inspiring bulan April 2015, Tim Hunter Riau Jos telah menemukan sosok unik dan menginspirasi semua manusia untuk terus berbuat baik kepada siapapun makhluk dimuka bumi ini.

Rudi Hartono, biasa dipanggil dengan sapaan internasional "Rudi Castano" (baca: Rudi Kastanyo) oleh orang-orang didekatnya adalah pria dengan muka eksotik penuh kegarangan, seram dan bengis, namun meskipun nampak seperti orang jahat dia adalah pria lemah lembut pecinta semua wanita.

Dilihat dari gerakan tangannya, dia mempunyai jari yang lentik, kekar namun gemulai ketika memegang ataupun mengangkat benda dengan ukuran dan berat yang sedang.

Pria unik, nyentrik dan bengis dimukanya saja ini, ditemukan Tim Hunter Riau Jos pada waktu yang tak pernah disangka-sangka, seperti kata ustadz penceramah yang mengatakan, rizki selaku datang pada saat yang tak disangka-sangka ketika kita berbuat baik kepada siapa saja. Rudi Castano, ditemukan dengan tidak disangka-sangka, yaitu dibawah kolong mobil, tempat bersandarnya ketika sedang tidak sibuk ngapa-ngapain, dia menyibukkan diri dengan memeriksa mesin mobil yang biasa dia kemudikan untuk membawa Bosnya ke kantor.

Rudi Castano lahir 20 Agustus 1989, di Desa Sungai Sialang Hulu, Kecamatan Batu Hampar, Kabupaten Rokan Hilir, Bagansiapi-api, Provinsi Riau

Masa Kecil


Ketika masa kecil, Rudi  sering mengalami peristiwa menyedihkan. Peristiwa paling menyedihkan, ketika dia ditinggalkan oleh seorang Ayah yang sangat dicintainya. Peritiwa yang paling diingatnya dan sampai sekarang memenuhi isi otaknya, ketika  Ayahnya membelikan sebuah sepeda roda 3 pada saat dia berusia 3 Tahun.

Inilah gambaran air mata kesedihan Rudi, bak air terjun tertinggi didunia
Dia selalu meneteskan air mata, ketika teringat kenangan bersama Ayahnya. Tak lupa dia bawa handuk ketika teringat ayahnya, karena air matanya terus mengalir dengan deras, tak mampu dia menahan lumeran yang menjadi kucuran air mirip air terjun Angel Falls di venezuela. Tak cukup bawa Handuk, Rudipun telah menyiapkan beberapa "Kanebo" alat pengering body motor, Rudi tak ingin, kesedihannya terlihat ke siapapun, Rudi hanya mau bercerita dengan Tim Riau JOS tentang teknik rahasianya menutupi kesedihan dengan alat bantu "kanebo".

Rudi sangat bahagia, mengendarai sepeda roda tiga dari Ayahnya, karena Rudi rajin bermain. Lagu "Kring.. kring... kring... ada Sepeda" sudah tidak cocok lagi untuknya, karena Sepeda Rudi tidak mengeluarkan bunyi "Kring.. kring.. kring.." namun Sepeda Rudi pembelian Ayahnya, sudah menggunakan bel lagu, kabarnya Bel Sepeda Rudi mempunyai lebih dari 1000 lagu tersimpan, sehingga pada saat itu, sepanjang hari Rudi dapat bernyanyi sepuasnya dan tak bosan-bosannya seperti umat muslim ketika mensyukuri nikmat Allah SWT.

Setelah kepergian ayahnya, Rudi diasuh oleh Ibunya, dan saat itu Ibunya mempunyai status yang tak kalah dengan status buatan facebookers, yaitu berstatus "Single Parent" alias mengasuh sendiri anak-anaknya.

Kesedihan menyelimuti hati Rudi sepanjang hari. Rudi merasa sangat sedih, karena teman sebayanya waktu itu pada punya Ayah, sedangkan dia tidak punya. Rudi tidak tidak sepenuhnya mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, sebatas sampai usia kanak-kanak, dan itupun cepat berlalu. Hati rudi terasa tersayat, ketika memperhatikan teman bermainnya dapat bermain dengan Ayahnya.

Meskipun Rudi tidak mempunyai Ayah, Rudi tidak pernah nakal. Menurut cerita karangan dia, rata-rata orang kalau tidak punya ayah, akan berperilaku tidak baik, tapi dia tidak. Malah sebaliknya, Rudi menjadi orang yang baik, patuh pada Ibunya.

Selama diasuh seorang Ibunya, dia selalu mengikuti perkataan Ibunya, jadi dengan Ibulah dia menimba ilmu. Ilmu Agama, shalat, Ilmu Akademik, Kumon dan semua tentang kehidupan yang fana ini.

Masa Remaja


Ketiak masa remaja, Rudi diasuh oleh seorang Ibu single parent.  Dia pernah ditakuti ketika Ibunya akan nikah lagi. kakak sepupunya sering menakutinya, jika Ibunya akan menikah lagi, dia berontak dengan kakak sepupu.

Dia pernah berkata pada Kakak Sepupunya, "jika mamak menikah, dia tidak akan dirumah lagi. dia tidak mau mamaknya menikah yang kedua kali" katanya.

Ketika umur 10 tahun, Rudi masuk Sekolah Dasar (SD), disekolahkan Ibunya. Ibunyalah yang mencukupi semua kebutuhannya. Dia pernah dibelikan sepeda ketika kelas 5 SD. Sepeda akan digunakan untuk persiapan melanjutkan SMP, karena jarak rumah dan sekolah lumayan jauh.

Ketika dia Kelas 1 dan 2 SMP, Ibunya berniat menikah lagi, dan apa yang ditakututinya menjadi kenytaan. Ibunya menikah lagi dengan seorang seorang Pria. Lalu dia teringat dengan apa yang telah diucapkan, dia akan keluar rumah, jika Ibunya menikah lagi.

Rudi merasa, apa yang sudah menjadi keputusannya untuk meninggalkan rumah, harus diwujudkan, karena dia adalah seorang laki-laki, yang menepati janji kepada diri sendiri, yaitu akan pergi keluar rumah jika Ibunya menikah lagi. Keputusannya sudah bulat, dan diapun pergi meninggalkan rumah.

Selalu tergiang di benaknya, apa yang telah jadi janji pada diri sendiri, "Apabila mamak menikah, aku akan meninggalkan rumah", tanpa sadar, kaki rudi telah melangkah jauh menuju rumah Pamannya, yang tak jauh dari rumah Ibunya. Langkah kaki rudi seperti kompas tanpa diberi arahan, langsung mengarah ke utara dan selatan.

Tibalah Rudi di Rumah Pamannya, disanalah dia belajar mandiri, apa-apa dikerjakan sendiri, seperti mandi, cuci baju, setrika baju, makan, minum semuanya dikerjakan sendiri, maklum kan dia sekarang sudah besar. Jadi dia merasa, ukuran kedewasaan seseorang, dapat diukur dari kemandiriannya untuk mengurus diri sendiri, dan tidak merepotkan orang lain, ya

Kemandirian didapatkan dari tempaan hidup di rumah Pamannya. Ketika tinggal di rumah Pamannya, dia tidak mau hanya numpang makan dan tidur, Dia rajin bantu-bantu paman di kedai, berjualan sampai malam. Di kedai, dia membantu menyiapkan domino untuk para pria penjudi gila, menyiapkan minuman dari yang keras, hingga minuman kasar berserat.

Masa Dewasa


Menginjak dewasa, Rudi mulai memikirkan bisnis, dia berpikir hanya dengan bisnilah dia akan berjaya. Usaha pertama yang dia coba, bisnis potong ayam. Setelah dia merasa dewasa, dan berpikiran matang, dia kembali ke rumah Ibunya. Dia tersadar, janjinya diwaktu kecil, hanyalah isapan jempol, dan tidak nyata. Dia kini tinggal bersama Ibu dan Bapak tirinya. Kehidupan dengan Bapak tirinya baik-baik saja, tidak seperti cerita bohong di film India yang jadi film favoritnya Bollywood, itulah yang menyebabkan wajah Rudi mirip bintang film India.

Suatu ketika, datanglah Istri Paman untuk berkonsultasi mengurus Rudi. Istri Paman, masih ingin merawat rudi. Tapi Rudi menolak, tidak mau ikut paman, karena ingin mengembangkan wawasan baru, tidak di hanya berwawasan lokal saja, dia ingin eksis di dunia internasional menjadi seorang pengacara handal. Dia berpikir, tidak bisa berkembang jika tinggal dan sekolah hanya di dekat SMP tempatnya bersekolah.

Dia kini ingin jadi pengacara, karena terinspirasi film India yang pernah dia tonton sewaktu remaja. Kemudian, Ibunya menyuruh pergi ke Kecamatan Rimbo Melintang. Di tempat tinggalnya yang baru, ada kakak, mamak, menerima akan dititipi rudi untuk sekolah SMA disana.

(bersambung..) sampai Rudi ditemukan dalam kondisi sukses dunia dan akhirat..

Ketabahan Berbuah Keberhasilan

Rudi Castano di uji dan di coba sepanjang hidupnya, tetap semangat menjalani hidup
Rudi Castano, dalam kenangan RiauJOS.com, bersemangat senam pagi untuk menyehatkan bodi dan mental


"Ketabahan Berbuah Keberhasilan"


RiauJOS.com, Inspirasi - Siapa tak takut dengan pria bermuka seram? tentu siapapun akan merasa ngeri melihat penampakan pria bermuka seram. Tokoh inspiring bulan April 2015, Tim Hunter Riau Jos telah menemukan sosok unik dan menginspirasi semua manusia untuk terus berbuat baik kepada siapapun makhluk dimuka bumi ini.

Rudi Hartono, biasa dipanggil dengan sapaan internasional "Rudi Castano" (baca: Rudi Kastanyo) oleh orang-orang didekatnya adalah pria dengan muka eksotik penuh kegarangan, seram dan bengis, namun meskipun nampak seperti orang jahat dia adalah pria lemah lembut pecinta semua wanita.

Dilihat dari gerakan tangannya, dia mempunyai jari yang lentik, kekar namun gemulai ketika memegang ataupun mengangkat benda dengan ukuran dan berat yang sedang.

Pria unik, nyentrik dan bengis dimukanya saja ini, ditemukan Tim Hunter Riau Jos pada waktu yang tak pernah disangka-sangka, seperti kata ustadz penceramah yang mengatakan, rizki selaku datang pada saat yang tak disangka-sangka ketika kita berbuat baik kepada siapa saja. Rudi Castano, ditemukan dengan tidak disangka-sangka, yaitu dibawah kolong mobil, tempat bersandarnya ketika sedang tidak sibuk ngapa-ngapain, dia menyibukkan diri dengan memeriksa mesin mobil yang biasa dia kemudikan untuk membawa Bosnya ke kantor.

Rudi Castano lahir 20 Agustus 1989, di Desa Sungai Sialang Hulu, Kecamatan Batu Hampar, Kabupaten Rokan Hilir, Bagansiapi-api, Provinsi Riau

Masa Kecil


Ketika masa kecil, Rudi  sering mengalami peristiwa menyedihkan. Peristiwa paling menyedihkan, ketika dia ditinggalkan oleh seorang Ayah yang sangat dicintainya. Peritiwa yang paling diingatnya dan sampai sekarang memenuhi isi otaknya, ketika  Ayahnya membelikan sebuah sepeda roda 3 pada saat dia berusia 3 Tahun.

Inilah gambaran air mata kesedihan Rudi, bak air terjun tertinggi didunia
Dia selalu meneteskan air mata, ketika teringat kenangan bersama Ayahnya. Tak lupa dia bawa handuk ketika teringat ayahnya, karena air matanya terus mengalir dengan deras, tak mampu dia menahan lumeran yang menjadi kucuran air mirip air terjun Angel Falls di venezuela. Tak cukup bawa Handuk, Rudipun telah menyiapkan beberapa "Kanebo" alat pengering body motor, Rudi tak ingin, kesedihannya terlihat ke siapapun, Rudi hanya mau bercerita dengan Tim Riau JOS tentang teknik rahasianya menutupi kesedihan dengan alat bantu "kanebo".

Rudi sangat bahagia, mengendarai sepeda roda tiga dari Ayahnya, karena Rudi rajin bermain. Lagu "Kring.. kring... kring... ada Sepeda" sudah tidak cocok lagi untuknya, karena Sepeda Rudi tidak mengeluarkan bunyi "Kring.. kring.. kring.." namun Sepeda Rudi pembelian Ayahnya, sudah menggunakan bel lagu, kabarnya Bel Sepeda Rudi mempunyai lebih dari 1000 lagu tersimpan, sehingga pada saat itu, sepanjang hari Rudi dapat bernyanyi sepuasnya dan tak bosan-bosannya seperti umat muslim ketika mensyukuri nikmat Allah SWT.

Setelah kepergian ayahnya, Rudi diasuh oleh Ibunya, dan saat itu Ibunya mempunyai status yang tak kalah dengan status buatan facebookers, yaitu berstatus "Single Parent" alias mengasuh sendiri anak-anaknya.

Kesedihan menyelimuti hati Rudi sepanjang hari. Rudi merasa sangat sedih, karena teman sebayanya waktu itu pada punya Ayah, sedangkan dia tidak punya. Rudi tidak tidak sepenuhnya mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, sebatas sampai usia kanak-kanak, dan itupun cepat berlalu. Hati rudi terasa tersayat, ketika memperhatikan teman bermainnya dapat bermain dengan Ayahnya.

Meskipun Rudi tidak mempunyai Ayah, Rudi tidak pernah nakal. Menurut cerita karangan dia, rata-rata orang kalau tidak punya ayah, akan berperilaku tidak baik, tapi dia tidak. Malah sebaliknya, Rudi menjadi orang yang baik, patuh pada Ibunya.

Selama diasuh seorang Ibunya, dia selalu mengikuti perkataan Ibunya, jadi dengan Ibulah dia menimba ilmu. Ilmu Agama, shalat, Ilmu Akademik, Kumon dan semua tentang kehidupan yang fana ini.

Masa Remaja


Ketiak masa remaja, Rudi diasuh oleh seorang Ibu single parent.  Dia pernah ditakuti ketika Ibunya akan nikah lagi. kakak sepupunya sering menakutinya, jika Ibunya akan menikah lagi, dia berontak dengan kakak sepupu.

Dia pernah berkata pada Kakak Sepupunya, "jika mamak menikah, dia tidak akan dirumah lagi. dia tidak mau mamaknya menikah yang kedua kali" katanya.

Ketika umur 10 tahun, Rudi masuk Sekolah Dasar (SD), disekolahkan Ibunya. Ibunyalah yang mencukupi semua kebutuhannya. Dia pernah dibelikan sepeda ketika kelas 5 SD. Sepeda akan digunakan untuk persiapan melanjutkan SMP, karena jarak rumah dan sekolah lumayan jauh.

Ketika dia Kelas 1 dan 2 SMP, Ibunya berniat menikah lagi, dan apa yang ditakututinya menjadi kenytaan. Ibunya menikah lagi dengan seorang seorang Pria. Lalu dia teringat dengan apa yang telah diucapkan, dia akan keluar rumah, jika Ibunya menikah lagi.

Rudi merasa, apa yang sudah menjadi keputusannya untuk meninggalkan rumah, harus diwujudkan, karena dia adalah seorang laki-laki, yang menepati janji kepada diri sendiri, yaitu akan pergi keluar rumah jika Ibunya menikah lagi. Keputusannya sudah bulat, dan diapun pergi meninggalkan rumah.

Selalu tergiang di benaknya, apa yang telah jadi janji pada diri sendiri, "Apabila mamak menikah, aku akan meninggalkan rumah", tanpa sadar, kaki rudi telah melangkah jauh menuju rumah Pamannya, yang tak jauh dari rumah Ibunya. Langkah kaki rudi seperti kompas tanpa diberi arahan, langsung mengarah ke utara dan selatan.

Tibalah Rudi di Rumah Pamannya, disanalah dia belajar mandiri, apa-apa dikerjakan sendiri, seperti mandi, cuci baju, setrika baju, makan, minum semuanya dikerjakan sendiri, maklum kan dia sekarang sudah besar. Jadi dia merasa, ukuran kedewasaan seseorang, dapat diukur dari kemandiriannya untuk mengurus diri sendiri, dan tidak merepotkan orang lain, ya

Kemandirian didapatkan dari tempaan hidup di rumah Pamannya. Ketika tinggal di rumah Pamannya, dia tidak mau hanya numpang makan dan tidur, Dia rajin bantu-bantu paman di kedai, berjualan sampai malam. Di kedai, dia membantu menyiapkan domino untuk para pria penjudi gila, menyiapkan minuman dari yang keras, hingga minuman kasar berserat.

Masa Dewasa


Menginjak dewasa, Rudi mulai memikirkan bisnis, dia berpikir hanya dengan bisnilah dia akan berjaya. Usaha pertama yang dia coba, bisnis potong ayam. Setelah dia merasa dewasa, dan berpikiran matang, dia kembali ke rumah Ibunya. Dia tersadar, janjinya diwaktu kecil, hanyalah isapan jempol, dan tidak nyata. Dia kini tinggal bersama Ibu dan Bapak tirinya. Kehidupan dengan Bapak tirinya baik-baik saja, tidak seperti cerita bohong di film India yang jadi film favoritnya Bollywood, itulah yang menyebabkan wajah Rudi mirip bintang film India.

Suatu ketika, datanglah Istri Paman untuk berkonsultasi mengurus Rudi. Istri Paman, masih ingin merawat rudi. Tapi Rudi menolak, tidak mau ikut paman, karena ingin mengembangkan wawasan baru, tidak di hanya berwawasan lokal saja, dia ingin eksis di dunia internasional menjadi seorang pengacara handal. Dia berpikir, tidak bisa berkembang jika tinggal dan sekolah hanya di dekat SMP tempatnya bersekolah.

Dia kini ingin jadi pengacara, karena terinspirasi film India yang pernah dia tonton sewaktu remaja. Kemudian, Ibunya menyuruh pergi ke Kecamatan Rimbo Melintang. Di tempat tinggalnya yang baru, ada kakak, mamak, menerima akan dititipi rudi untuk sekolah SMA disana.

(bersambung..) sampai Rudi ditemukan dalam kondisi sukses dunia dan akhirat..