Rois Habib

RiauJOS.com, Pekanbaru - Pengamat politik di Provinsi Riau, Rois Habib menyatakan bahwa peristiwa naik turunnya harga BBM yang terjadi pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu dicermati, alasannya situasi politik saat ini membuat masyarakat kebingungan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Rois menjelaskan, bahwa ada strategi dibalik peristiwa itu. Strategi itulah yang mesti dicari, ada apa dibalik naik turunnya BBM, bukan hanya persoalan berapa uang negara yang digunakan untuk mensubsidi BBM, tapi ada semacam kepentingan kelompok mereka dalam hal ini.

Menurutnya, pemaksaan kebijakan yang ditetapkan terhadap naiknya BBM yang pada saat itu harga minyak dunia cenderung turun, seharusnya kebijakan yang diambil adalah harga BBM diturunkan. Dalam hal ini nampak pemaksaan terhadap kehendak Jokowi dan kelompoknya yang ujung-ujungnya tidak dapat diterima oleh publik dan dengan sendirinya harga BBM diturunkan kembali.

Pemaksaan kebijakan yang seharusnya tidak ditetapkan, hampir sama dengan peristiwa "onani", dan hal itu tidak perlu dijelaskan lagi, karena "vulgar" dan pembicaraan ini tidak untuk dibahas disini. Rois dengan sederhana mengungkap permainan politik ini, dan berpesan kepada masyarakat agar tidak perlu heran, apalagi panik mengikuti perkembangan politik. "Santai aja bro.." pungkasnya.

Dengarkan Berita:

Online recording software >>

Rois: Masyarakat Perlu Kenali Politik Onani

Rois Habib

RiauJOS.com, Pekanbaru - Pengamat politik di Provinsi Riau, Rois Habib menyatakan bahwa peristiwa naik turunnya harga BBM yang terjadi pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu dicermati, alasannya situasi politik saat ini membuat masyarakat kebingungan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Rois menjelaskan, bahwa ada strategi dibalik peristiwa itu. Strategi itulah yang mesti dicari, ada apa dibalik naik turunnya BBM, bukan hanya persoalan berapa uang negara yang digunakan untuk mensubsidi BBM, tapi ada semacam kepentingan kelompok mereka dalam hal ini.

Menurutnya, pemaksaan kebijakan yang ditetapkan terhadap naiknya BBM yang pada saat itu harga minyak dunia cenderung turun, seharusnya kebijakan yang diambil adalah harga BBM diturunkan. Dalam hal ini nampak pemaksaan terhadap kehendak Jokowi dan kelompoknya yang ujung-ujungnya tidak dapat diterima oleh publik dan dengan sendirinya harga BBM diturunkan kembali.

Pemaksaan kebijakan yang seharusnya tidak ditetapkan, hampir sama dengan peristiwa "onani", dan hal itu tidak perlu dijelaskan lagi, karena "vulgar" dan pembicaraan ini tidak untuk dibahas disini. Rois dengan sederhana mengungkap permainan politik ini, dan berpesan kepada masyarakat agar tidak perlu heran, apalagi panik mengikuti perkembangan politik. "Santai aja bro.." pungkasnya.

Dengarkan Berita:

Online recording software >>