RiauJOS.com, Jakarta - Calon presiden pada Pilpres 2014 dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebut "brengsek" pemilik media Jakarta Post.

Prabowo mengatakan "brengsek" saat menggelar jumpa pers bersama media asing di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Dilaporkan Winnetnews, mulanya sejumlah media asing bertanya mengenai koalisi Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014 ini, hingga pada akhirnya giliran wartawan Jakarta Post yang mendapatkan kesempatan bertanya kepada Prabowo.

Selanjutnya, Wartawan itu kemudian memperkenalkan diri berasal dari Jakarta Post. Dia bertanya kepada Prabowo, "apakah hal yang membuat koalisi memutuskan sikap untuk mendukung Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014?".

Mendapat pertanyaan itu, Prabowo memilih untuk tidak memberikan jawaban.

“Jakarta Post? Setahu saya itu sudah menjadi media partisan yang mendukung Jokowi-JK. Untuk Jakarta Post, saya tidak mau menjawab, terima kasih,” kata Prabowo menanggapi pertanyaan wartawan.

“Maaf ya, ini bukan salah Anda,” lanjut Prabowo.

Mendapati jawaban yang kurang memuaskan, wartawan itu kembali melemparkan pernyataan kepada Prabowo. “Setidaknya, saya sudah mencoba,” ujarnya.

Seusai melakukan jumpa pers, Prabowo kemudian mendatangi wartawan itu dan merangkulnya, Prabowo kembali menyatakan permintaan maafnya kepada wartawan itu.

“Ini bukan salah kamu. Ini salah pemimpin Jakarta Post yang berengsek,” ujarnya.



Wartawan senior Jakarta Post jawab makian brengsek Prabowo


Wartawan Senior The Jakarta Post Sabam Siagian angkat bicara terkait pernyataan Calon presiden Prabowo Subianto yang mengatakan media berbahasa Inggris itu 'brengsek'. Menurut dia, pemilik modal tidak ikut campur mengenai isi redaksional Jakarta Post.

"Pada 1993 didirikan usaha bersama, dari Kompas, Tempo, Sinar Harapan dulu dan Suara Karya. Ini urusan perusahaan diputuskan ada 4 pemilik tidak ada campur tangan. Ketika editorial mengusung Jokowi-JK itu suatu tradisi," kata Sabam kepada wartawan di Jalan Sisingamangaraja No 5 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Juli 2014.

Setelah kedua capres dan cawapres memaparkan visi misi, menurut dia hanya Jokowi-JK yang bersikap sopan. Namun, dirinya merasa binggung mengapa mantan Danjen Kopasuss itu bersikap seperti itu ke medianya.

"Kami Jakarta Post, mengapa (Prabowo) marah-marah, maki-maki seperti itu?" ucapnya.

Sebelumnya, Calon presiden Prabowo Subianto menggelar jumpa pers usai hadiri acara deklarasi koalisi permanen di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri puluhan wartawan asing dan luar negeri.

Berbagai pertanyaan pun banyak dilontarkan para pewarta tersebut. Anehnya, saat wartawati koran berbahasa asing The Jakarta Post bertanya, Prabowo pun geram.

Awalnya, wartawati itu hanya ingin bertanya tentang koalisi yang mendukungnya bersama Hatta Rajasa sebagai capres-cawapres. Namun, sontak Prabowo sebut bahwa media tersebut sudah menjadi partisan.

"Jakarta Post? Itu sudah mendukung menjadi partisan. Untuk Jakarta Post saya tidak mau jawab. Terima kasih," ujar Prabowo di lokasi, Senin, 14 Juli 2014.

Namun, mantan Danjen Kopassus itu kesalahan bukan pada sang pewarta melainkan pemilik media tersebut. Editorial koran tersebut memang telah menyatakan berpihak pada Jokowi-JK.

"Ini bukan salah anda, ini salah pemilik (The Jakarta Post) media anda," tegasnya.

Usai melakukan jumpa pers, Prabowo yang melewati sang wartawati tersebut langsung berkata lagi. Menurutnya, The Jakarta Post sudah tidak demokratis.

"Karena pemilik kamu (Jakarta Post) brengsek, tidak menjunjung demokrasi," terangnya.


Sumber:
  • Winnetnews, diterbitkan Minggu, 20 Agustus 2017. Penelusuran Riau JOS, warta ini pernah heboh pada 2014 silam.
  • Merdeka menulis, dengan judul "Wartawan senior Jakarta Post jawab makian brengsek Prabowo", terbit pada Kamis, 17 Juli 2014


Dianggap sebagai Media Partisan Pendukung Jokowi-JK, Prabowo Sebut Pemimpin Jakarta Post 'BRENGSEK'


RiauJOS.com, Jakarta - Calon presiden pada Pilpres 2014 dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebut "brengsek" pemilik media Jakarta Post.

Prabowo mengatakan "brengsek" saat menggelar jumpa pers bersama media asing di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Dilaporkan Winnetnews, mulanya sejumlah media asing bertanya mengenai koalisi Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014 ini, hingga pada akhirnya giliran wartawan Jakarta Post yang mendapatkan kesempatan bertanya kepada Prabowo.

Selanjutnya, Wartawan itu kemudian memperkenalkan diri berasal dari Jakarta Post. Dia bertanya kepada Prabowo, "apakah hal yang membuat koalisi memutuskan sikap untuk mendukung Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014?".

Mendapat pertanyaan itu, Prabowo memilih untuk tidak memberikan jawaban.

“Jakarta Post? Setahu saya itu sudah menjadi media partisan yang mendukung Jokowi-JK. Untuk Jakarta Post, saya tidak mau menjawab, terima kasih,” kata Prabowo menanggapi pertanyaan wartawan.

“Maaf ya, ini bukan salah Anda,” lanjut Prabowo.

Mendapati jawaban yang kurang memuaskan, wartawan itu kembali melemparkan pernyataan kepada Prabowo. “Setidaknya, saya sudah mencoba,” ujarnya.

Seusai melakukan jumpa pers, Prabowo kemudian mendatangi wartawan itu dan merangkulnya, Prabowo kembali menyatakan permintaan maafnya kepada wartawan itu.

“Ini bukan salah kamu. Ini salah pemimpin Jakarta Post yang berengsek,” ujarnya.



Wartawan senior Jakarta Post jawab makian brengsek Prabowo


Wartawan Senior The Jakarta Post Sabam Siagian angkat bicara terkait pernyataan Calon presiden Prabowo Subianto yang mengatakan media berbahasa Inggris itu 'brengsek'. Menurut dia, pemilik modal tidak ikut campur mengenai isi redaksional Jakarta Post.

"Pada 1993 didirikan usaha bersama, dari Kompas, Tempo, Sinar Harapan dulu dan Suara Karya. Ini urusan perusahaan diputuskan ada 4 pemilik tidak ada campur tangan. Ketika editorial mengusung Jokowi-JK itu suatu tradisi," kata Sabam kepada wartawan di Jalan Sisingamangaraja No 5 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Juli 2014.

Setelah kedua capres dan cawapres memaparkan visi misi, menurut dia hanya Jokowi-JK yang bersikap sopan. Namun, dirinya merasa binggung mengapa mantan Danjen Kopasuss itu bersikap seperti itu ke medianya.

"Kami Jakarta Post, mengapa (Prabowo) marah-marah, maki-maki seperti itu?" ucapnya.

Sebelumnya, Calon presiden Prabowo Subianto menggelar jumpa pers usai hadiri acara deklarasi koalisi permanen di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri puluhan wartawan asing dan luar negeri.

Berbagai pertanyaan pun banyak dilontarkan para pewarta tersebut. Anehnya, saat wartawati koran berbahasa asing The Jakarta Post bertanya, Prabowo pun geram.

Awalnya, wartawati itu hanya ingin bertanya tentang koalisi yang mendukungnya bersama Hatta Rajasa sebagai capres-cawapres. Namun, sontak Prabowo sebut bahwa media tersebut sudah menjadi partisan.

"Jakarta Post? Itu sudah mendukung menjadi partisan. Untuk Jakarta Post saya tidak mau jawab. Terima kasih," ujar Prabowo di lokasi, Senin, 14 Juli 2014.

Namun, mantan Danjen Kopassus itu kesalahan bukan pada sang pewarta melainkan pemilik media tersebut. Editorial koran tersebut memang telah menyatakan berpihak pada Jokowi-JK.

"Ini bukan salah anda, ini salah pemilik (The Jakarta Post) media anda," tegasnya.

Usai melakukan jumpa pers, Prabowo yang melewati sang wartawati tersebut langsung berkata lagi. Menurutnya, The Jakarta Post sudah tidak demokratis.

"Karena pemilik kamu (Jakarta Post) brengsek, tidak menjunjung demokrasi," terangnya.


Sumber:
  • Winnetnews, diterbitkan Minggu, 20 Agustus 2017. Penelusuran Riau JOS, warta ini pernah heboh pada 2014 silam.
  • Merdeka menulis, dengan judul "Wartawan senior Jakarta Post jawab makian brengsek Prabowo", terbit pada Kamis, 17 Juli 2014