Pengawas Pemilu Harus Penuh Improvisasi
Agus Marysudi, turun tangan membantu kerja Pengawas Pemilu

RiauJOS.com - Pekanbaru, Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 tinggal hitungan hari. Agus Marsyudi, Pemimpin Redaksi Riau Gus menyambangi kantor Bawaslu Riau, karena tidak kuasa melihat pekerjaan Pengawas Pemilu yang sangat luar biasa, mengingat keterbatasan Pengawas Pemilu di Provinsi yang jumlahnya sedikit, tidak sebanding dengan luasnya wilayah pengawasan Pemilu di Provinsi Riau.

Agus menyatakan, Pengawas Pemilu harus penuh improvisasi, jadi tidak perlu menunggu instruksi dari atasan untuk melakukan tindakan yang benar, tidak perlu takut untuk berbuat baik, selama untuk menjaga berlangsungnya Pemilu yang jujur dan adil. "Saya sebagai warga negara Indonesia, mengajak seluruh masyarakat agar peduli dengan Pengawasan Pemilu Tahun 2014 dan Pemilu kedepan, agar tercipta Pemilu yang berkualitas, berkredibilitas, jujur dan adil", ujarnya, sembari memperbaiki teknis pengelolaan data Relawan Pengawas Pemilu di Provinsi Riau.

Agus merasa perlu turun tangan sekaligus memberi arahan ke Pengawas Pemilu agar selalu berimprovisasi menyikapi Pekerjaan Kepengawasan, Khususnya Bawaslu Provinsi Riau yang selalu saja dilemahkan dari sisi anggaran dan keterbatasan personil Pengawas Pemilu. Tindakan nyata telah dilakukan agus terkait pola-pola pengawasan yang penuh improvisasi ide-ide yang cerdas, yaitu dengan memberikan contoh pada staf Bawaslu Riau cara tercepat dan akurat ketika menginput data Relawan Pengawas Pemilu di Provinsi Riau.

Agus telah dikenal oleh masyarakat Riau sebagai seorang tokoh inspiratif dan penuh ide-ide segar, bahkan telah muncul wacana di masyarakat, khususnya Pekanbaru, agar kelak Agus dapat menjadi orang nomor 1 di Provinsi Riau untuk membenahi birokrasi yang sudah akut. "Wah.. masyarakat terlalu berlebihan, saya orangnya biasa-biasa saja. kalau ada yang perlu segera dikerjakan, ya dikerjakan saja, jadi tidak perlu menunggu untuk menjadi orang nomor 1 untuk melakukan sesuatu yang besar, intinya kejujuran dan keimanan yang mendalam, sudah itu saja" pungkasnya.

Agus Marsyudi: Pengawas Pemilu Harus Penuh Improvisasi

Pengawas Pemilu Harus Penuh Improvisasi
Agus Marysudi, turun tangan membantu kerja Pengawas Pemilu

RiauJOS.com - Pekanbaru, Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 tinggal hitungan hari. Agus Marsyudi, Pemimpin Redaksi Riau Gus menyambangi kantor Bawaslu Riau, karena tidak kuasa melihat pekerjaan Pengawas Pemilu yang sangat luar biasa, mengingat keterbatasan Pengawas Pemilu di Provinsi yang jumlahnya sedikit, tidak sebanding dengan luasnya wilayah pengawasan Pemilu di Provinsi Riau.

Agus menyatakan, Pengawas Pemilu harus penuh improvisasi, jadi tidak perlu menunggu instruksi dari atasan untuk melakukan tindakan yang benar, tidak perlu takut untuk berbuat baik, selama untuk menjaga berlangsungnya Pemilu yang jujur dan adil. "Saya sebagai warga negara Indonesia, mengajak seluruh masyarakat agar peduli dengan Pengawasan Pemilu Tahun 2014 dan Pemilu kedepan, agar tercipta Pemilu yang berkualitas, berkredibilitas, jujur dan adil", ujarnya, sembari memperbaiki teknis pengelolaan data Relawan Pengawas Pemilu di Provinsi Riau.

Agus merasa perlu turun tangan sekaligus memberi arahan ke Pengawas Pemilu agar selalu berimprovisasi menyikapi Pekerjaan Kepengawasan, Khususnya Bawaslu Provinsi Riau yang selalu saja dilemahkan dari sisi anggaran dan keterbatasan personil Pengawas Pemilu. Tindakan nyata telah dilakukan agus terkait pola-pola pengawasan yang penuh improvisasi ide-ide yang cerdas, yaitu dengan memberikan contoh pada staf Bawaslu Riau cara tercepat dan akurat ketika menginput data Relawan Pengawas Pemilu di Provinsi Riau.

Agus telah dikenal oleh masyarakat Riau sebagai seorang tokoh inspiratif dan penuh ide-ide segar, bahkan telah muncul wacana di masyarakat, khususnya Pekanbaru, agar kelak Agus dapat menjadi orang nomor 1 di Provinsi Riau untuk membenahi birokrasi yang sudah akut. "Wah.. masyarakat terlalu berlebihan, saya orangnya biasa-biasa saja. kalau ada yang perlu segera dikerjakan, ya dikerjakan saja, jadi tidak perlu menunggu untuk menjadi orang nomor 1 untuk melakukan sesuatu yang besar, intinya kejujuran dan keimanan yang mendalam, sudah itu saja" pungkasnya.