Liputan Khusus:

Yohanes Markamto: wawancara di ruang Pimred RiauJOS!

RiauJOS.com, Pekanbaru - Ketua Pengusaha Kuliner Pekanbaru, Yohanes Markamto menyatakan, Pemilih Cerdas harus berjiwa nasionalis, harus mampu memilih pemimpin yang mempunyai kredibiltas tinggi, artinya, pemilih yang cerdas harus memilih pemimpin yang mempunyai rekam jejak yang baik dan bermoral, Kamis, 27 Februari 2014.

Disela-sela kesibukannya mengelola usaha kulinernya, Yohanes menyempatkan diri untuk memikirkan persoalan-persoalan yang sedang dihadapi bangsa ini. Perbincangan yang panas sempat terjadi antara Yohanes dan Agus (pimred RiauGus). Selain membahas persoalan Pemilih yang cerdas, mereka melebarkan pembahasan ke masalah pengelolaan anggaran pemerintah.

"Masalah anggaran, adalah masalah yang sensitif". ujar Agus. "Anggaran pemerintahan jika dibahas, akan sangat membahayakan, karena kalau kita dikatakan sama orang berita (diketahui media: red), kita tidak bisa memahami keseluruhan anggaran, karena sangkut pautnya dengan aggaran di seluruh Indonesia. Seandainya, aggaran pemerintah tidak diturunkan ke Bawasalu, apa yang bisa dilakukan bawaslu" terang Agus.

"Anggaran berlebih, perlu dikurangi Cost nya", kata yohanes, menanggapi penjelasan Agus yang bertubi-tubi. "itu tugas mereka, sudah di set mereka, kita tidak bisa menyelesaikan orang pusatnya. contoh, kegiatan rakor tidak disetujui, macam mana kegiatan rakor bisa terlaksana?" timpah Agus lagi.

"Orang punya hukum yang kuat, orang pendidikan tinggi dengan titel S berderet sepanjang rel kereta, para koruptor harus dimiskinkan, wah .. itu jangan, itu tidak boleh. menurut undang-undang tidak bisa dimiskinkan. jadi istilah dimiskinkan tidak bisa diterapkan". jelas yohanes.

"macam kenaikan BBM, saya setuju" ujar Agus, "saya juga setuju" kata Yohanes, dan mereka pun sependapat terkait kenaikan pembolehan kenaikan BBM.

"Haha.. Haha.." sambung menyambung Yohanes dan Agus tertawa bersama, senada dan seirama sehingga terdengar harmonisasi ketawa yang indah, membuktikan mereka satu pemikiran.

Yohanes Markamto: Pemilih Cerdas harus berjiwa nasionalis

Liputan Khusus:

Yohanes Markamto: wawancara di ruang Pimred RiauJOS!

RiauJOS.com, Pekanbaru - Ketua Pengusaha Kuliner Pekanbaru, Yohanes Markamto menyatakan, Pemilih Cerdas harus berjiwa nasionalis, harus mampu memilih pemimpin yang mempunyai kredibiltas tinggi, artinya, pemilih yang cerdas harus memilih pemimpin yang mempunyai rekam jejak yang baik dan bermoral, Kamis, 27 Februari 2014.

Disela-sela kesibukannya mengelola usaha kulinernya, Yohanes menyempatkan diri untuk memikirkan persoalan-persoalan yang sedang dihadapi bangsa ini. Perbincangan yang panas sempat terjadi antara Yohanes dan Agus (pimred RiauGus). Selain membahas persoalan Pemilih yang cerdas, mereka melebarkan pembahasan ke masalah pengelolaan anggaran pemerintah.

"Masalah anggaran, adalah masalah yang sensitif". ujar Agus. "Anggaran pemerintahan jika dibahas, akan sangat membahayakan, karena kalau kita dikatakan sama orang berita (diketahui media: red), kita tidak bisa memahami keseluruhan anggaran, karena sangkut pautnya dengan aggaran di seluruh Indonesia. Seandainya, aggaran pemerintah tidak diturunkan ke Bawasalu, apa yang bisa dilakukan bawaslu" terang Agus.

"Anggaran berlebih, perlu dikurangi Cost nya", kata yohanes, menanggapi penjelasan Agus yang bertubi-tubi. "itu tugas mereka, sudah di set mereka, kita tidak bisa menyelesaikan orang pusatnya. contoh, kegiatan rakor tidak disetujui, macam mana kegiatan rakor bisa terlaksana?" timpah Agus lagi.

"Orang punya hukum yang kuat, orang pendidikan tinggi dengan titel S berderet sepanjang rel kereta, para koruptor harus dimiskinkan, wah .. itu jangan, itu tidak boleh. menurut undang-undang tidak bisa dimiskinkan. jadi istilah dimiskinkan tidak bisa diterapkan". jelas yohanes.

"macam kenaikan BBM, saya setuju" ujar Agus, "saya juga setuju" kata Yohanes, dan mereka pun sependapat terkait kenaikan pembolehan kenaikan BBM.

"Haha.. Haha.." sambung menyambung Yohanes dan Agus tertawa bersama, senada dan seirama sehingga terdengar harmonisasi ketawa yang indah, membuktikan mereka satu pemikiran.